Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

RUPS Kandang Ayam Petelur Pucakwangi Farm: Optimisme Baru Menuju Kemandirian Produksi Pakan Ayam

MuhammadiyahLamongan.com – Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (EkoBiSata) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Kandang Ayam Petelur Pucakwangi Farm pada Ahad (26/1/2025) di Aula Gedung Dakwah Lamongan. Acara berlangsung lancar dari pukul 09.30 hingga 11.00 WIB.

Dipandu oleh Fikrun Nadofatul Islamiyah, acara diawali dengan tilawah QS. Al-Baqarah ayat 275-277 oleh Syifa Aulia Sari, diikuti dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya yang dinyanyikan bersama dengan penuh semangat.

Evaluasi Periode dan Harapan Baru

Ketua Majelis EkoBiSata PDM Lamongan, Taufik, dalam sambutannya memaparkan perjalanan usaha Kandang Ayam Petelur. “Pada periode pertama, usaha ini sempat mencetak keuntungan besar. Namun, periode kedua kami menghadapi kerugian akibat pandemi. Alhamdulillah, di periode ketiga, kami berhasil membukukan keuntungan sekitar Rp300 juta,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan rencana besar tahun 2025 untuk memproduksi pakan ayam secara mandiri. “Mohon doa dari semua pihak agar langkah ini dapat terwujud demi kemandirian usaha dan keberlanjutan peternakan kita,” tambahnya.

Ketua PDM Lamongan, Drs. H. Shodikin, M.Pd, memberikan apresiasi atas capaian Pucakwangi Farm. “Keberhasilan ini menjadi contoh inspiratif bagi warga Muhammadiyah. Usaha ini juga berdampak positif bagi petani jagung di sekitar Lamongan,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan usaha. “Kalau untung, katakan untung. Kalau rugi, sampaikan apa adanya,” pesannya tegas.

Laporan dan Evaluasi Usaha

Manajer Kandang Ayam Petelur, Ali Rofiq, menyampaikan laporan pertanggungjawaban usaha. “Alhamdulillah, grafik usaha menunjukkan tren positif. Periode ini berhasil mempertahankan stabilitas, dan kami akan segera menginvestasikan bibit ayam baru untuk periode berikutnya,” jelasnya.

Direktur Kandang Ayam, Arif Rahman Saidi, menceritakan tantangan yang dihadapi pada periode sebelumnya. “Saat pandemi, kerugian mencapai Rp368 juta, dengan rata-rata kerugian harian sebesar Rp1 juta. Bahkan, satu ton telur harus dikubur karena busuk. Alhamdulillah, kini usaha kami bangkit kembali,” ujarnya optimis.

Eksekutif Keuangan Majelis EkoBiSata, Dian, memaparkan laporan keuangan secara rinci. “Periode pertama mencatat SHU sebesar Rp227 juta, sementara periode kedua mengalami kerugian Rp368 juta. Alhamdulillah, periode ketiga berhasil meraih keuntungan Rp361 juta, cukup untuk menutupi kerugian sebelumnya,” paparnya.

Kritik, Masukan, dan Optimisme

Sesi tanya jawab menjadi momen penting dalam RUPS ini. Berbagai kritik dan masukan konstruktif dari peserta disampaikan, termasuk inovasi pakan dan strategi pemasaran untuk memperkuat pengembangan usaha.

Acara ditutup dengan yel-yel “EkoBiSata Mensejahterakan, Muhammadiyah Mencerahkan” yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta. Sebuah pantun dari Aminulloh Fatkhur Roziqi turut mengiringi penutupan:

Ikon Lamongan Lele dan Bandeng,
Sego Boran Jadi Kesukaan.
Ayo Sukseskan RUPS Kandang,
Sejahtera Muhammadiyah Lamongan.

Harapan besar disematkan agar Pucakwangi Farm terus berkembang menjadi inspirasi usaha mandiri yang mampu menyejahterakan warga persyarikatan. (*)

Reporter Aminulloh Fatkhur Roziqi. Editor Fathan Faris Saputro.

 

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

MTs Muhammadiyah 2 Pondok Karangasem Borong Medali OMBN 2025

Next Post

SD Muhammadiyah 1 Karanggeneg, Gelar Peringatan Isra Miraj

Read next
0
Share