MuhammadiyahLamongan.com – Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sugio menggelar Pelatihan Intensif Menjadi Imam dan Guru TPA Profesional pada Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Muhammadiyah 10 Sugio dan diikuti calon imam serta pengajar TPA dari berbagai wilayah sekitar. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus metode pengajaran yang efektif bagi anak-anak.
Narasumber utama kegiatan ini adalah Ustadz Syaiful Majid, S.Pd.I., Al-Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Syafaatul Qur’an. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kompetensi imam dan guru TPA, baik dalam ketepatan tajwid maupun kemampuan menyampaikan materi secara menarik. Menurut dia, pengajar Al-Qur’an tidak hanya dituntut fasih membaca, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membangun semangat santri.
Ketua PCA Sugio, Hj. Masrifah S. Tiyas, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih pengajar TPA menjadi pendidik yang efektif, kreatif, dan disukai anak-anak. Selain peningkatan keterampilan, pelatihan juga menjadi wadah membangun jaringan serta forum silaturahmi antar pengajar Al-Qur’an di bawah naungan Muhammadiyah. Ia menambahkan, setelah pelatihan akan ada program tindak lanjut sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pengajar secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sugio, Drs. H. Kasrip Budianto, M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa umat Islam diajarkan membaca Al-Qur’an secara tartil, yakni pelan, jelas makhrajnya, serta penuh penghayatan. Menurutnya, kemampuan membaca yang benar merupakan fondasi utama dalam memahami kandungan Al-Qur’an.
Ia juga mengingatkan keutamaan orang yang mempelajari Al-Qur’an. Membaca satu huruf, katanya, bernilai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh, terlebih pada bulan Ramadhan. Ia menambahkan bahwa di akhirat kelak Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi orang yang mempelajarinya serta mengangkat derajatnya.
Melalui pelatihan ini, panitia berharap lahir imam dan guru TPA yang profesional, kompeten, dan mampu membimbing generasi Qur’ani yang cinta serta fasih membaca Al-Qur’an. (*)
Penulis Mohammad Nofian Subandi. Editor Fathan Faris Saputro.