MuhammadiyahLamongan.com– Ada yang berbeda dari halaman MI Muhammadiyah (MIM) 09 Labuhan pada Kamis malam (18/06/2026). Di bawah keremangan lampu hias berkonsep garden party, suasana syahdu, haru, dan bangga bercampur aduk menjadi satu.
Ratusan pasang mata—mulai dari siswa, guru, wali murid, hingga masyarakat sekitar—menjadi saksi sebuah malam perpisahan yang tidak biasa. Bukan sekadar seremonial pelepasan siswa kelas 6, malam itu adalah malam penghargaan bagi pelaku sejarah dan masa depan.
Momen Viral: Membaca Kembali Jejak Keringat Para Perintis
Jika biasanya acara kelulusan hanya diisi dengan pentas seni, tahun ini MIM 09 Labuhan membuat kejutan yang membuat dada para hadirin bergetar. Sebuah sesi khidmat digelar untuk meluncurkan buku Sejarah Berdirinya Madrasah yang berjudul “Menyemai Adab Menanam Ilmu” Jejak Sejarah dan Pengabdian Madrasah Labuhan 1953-2026.
Suasana seketika berubah haru saat nama-nama para pejuang awal madrasah dipanggil satu per satu ke atas panggung. Ibu Asmah, Ibu Rukani, Ibu Hj. Masnah, Bapak Abdul Wachid, Bapak Moh. Na’im, dan Bapak Yahya Santoso. Mereka adalah para keluarga perintis dan pejuang yang puluhan tahun lalu meluangkan waktu, tenaga, dan air mata agar madrasah ini bisa berdiri tegak.
Kepala Madrasah MIM 09 Labuhan, Bapak Ma’in, S.HI., dengan penuh takzim menyerahkan langsung buku sejarah tersebut kepada mereka melalui Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iskan.
“Para perintis dan pejuang madrasah sengaja kami hadirkan malam ini. Kami ingin anak-anak kita, para penerus bangsa, melihat langsung wajah-wajah ikhlas yang mendirikan sekolah ini. Nilai perjuangan mereka harus tetap hidup di hati kita, hari ini dan masa depan,” ungkap Bapak Ma’in dengan suara bergetar penuh rasa hormat.
Apresiasi mendalam juga beliau sampaikan kepada Ketua PCM Brondong Bapak Mat Iskan, Kepala Desa Labuhan, serta tokoh PRM dan PRA Ranting Labuhan serta keluarga besar MI Muhammadiyah 09 Labuhan yang terus mengawal jalannya pendidikan di desa ini.
Suntikan Semangat untuk Singa-Singa Muda Kelas 6
Bukan hanya mengenang masa lalu, sambutan Kepala Madrasah juga berhasil membakar semangat para siswa kelas 6 yang hendak melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Alih-alih memberikan pidato perpisahan yang meratap, Bapak Ma’in justru memberikan “suntikan” motivasi yang menggebu-gebu. Beliau mengingatkan bahwa status alumni bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Anak-anakku kelas 6 yang Bapak cintai, rajin dan tetap semangat belajar di sekolah lanjutan nanti. Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik almamater, jaga nama baik Bapak dan Ibu gurumu, jaga kehormatan orang tuamu, dan besarkan Persyarikatan Muhammadiyah Labuhan,” pungkasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dan tetesan air mata haru dari para wali murid.
Lebih dari Sekadar Perpisahan
Bagi masyarakat Labuhan, acara kelulusan MI MULA memang selalu menjadi agenda yang dinanti setiap tahunnya karena selalu penuh kejutan. Namun, konsep garden party dan peluncuran buku sejarah tahun ini dinilai sebagai yang terbaik dan paling membekas.
Malam pun larut, namun kehangatan di halaman madrasah malam itu seolah enggan beranjak. MIM 09 Labuhan malam itu berhasil membuktikan satu hal: mereka tidak hanya meluluskan siswa, tetapi sedang mengutus generasi baru yang membawa estafet perjuangan para pendahulu mereka.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in
