MuhammadiyahLamongan.com – Belajar mengaji tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang serius. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mencoba menghadirkan suasana berbeda melalui Gerakan Al-Qalam Jilid III di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Ihsan, Tumenggung Baru, Lamongan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang merupakan program kerja Bidang Tabligh PK IMM Al-Iskandariyah UMLA itu biasanya berfokus pada kegiatan mengajar mengaji bagi anak-anak di TPA. Namun, pada pelaksanaan jilid ketiga, kegiatan dikemas melalui sejumlah perlombaan Islami.
Sebanyak 28 santri TPA Al-Ihsan mengikuti kegiatan tersebut. Tiga perlombaan digelar, yakni adzan dan iqamah, mewarnai, serta hafalan surah-surah pendek.
Perlombaan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, melatih keberanian, sekaligus belajar dalam suasana yang lebih menyenangkan.
Belajar dan Mengasah Keberanian
Sejak kegiatan dimulai, para santri terlihat antusias mengikuti setiap perlombaan. Dalam lomba adzan dan iqamah, misalnya, mereka dilatih untuk berani tampil di hadapan teman-temannya.
Sementara itu, lomba hafalan surah-surah pendek menjadi kesempatan bagi para santri untuk menguji hafalan Al-Qur’an yang telah dipelajari selama mengikuti kegiatan mengaji di TPA.
Adapun lomba mewarnai memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas. Dengan lembar gambar dan alat mewarnai yang telah disiapkan, mereka tampak serius menyelesaikan karya masing-masing.
Ketua Bidang Tabligh PK IMM Al-Iskandariyah UMLA, Immawati Elsa, mengatakan Gerakan Al-Qalam tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan mengajar mengaji. Program tersebut juga menjadi ruang bagi kader IMM untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan masyarakat.
“Melalui Gerakan Al-Qalam ini, kami ingin kegiatan mengaji tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar. Melalui perlombaan ini, kami berharap mereka semakin berani, percaya diri, dan termotivasi untuk terus belajar Al-Qur’an,” ujar Elsa.
Bukan Sekadar Mengajar Mengaji
Menurut Elsa, kegiatan Al-Qalam juga menjadi kesempatan bagi kader IMM untuk belajar menyampaikan ilmu sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga hubungan antara kader IMM dan TPA Al-Ihsan semakin erat.
“Kami berharap Gerakan Al-Qalam bisa terus berjalan dan memberikan manfaat, baik bagi santri maupun bagi kader IMM. Bagi kami, mengajar bukan hanya tentang menyampaikan apa yang kami ketahui, tetapi juga belajar bersama anak-anak dan tumbuh bersama mereka,” tuturnya.
Gerakan Al-Qalam Jilid III ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para peserta. Hadiah diberikan kepada santri yang meraih juara dalam setiap perlombaan.
Namun, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi pemenang. Keberanian untuk tampil, kemauan untuk belajar, dan antusiasme seluruh santri menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Melalui Gerakan Al-Qalam Jilid III, PK IMM Al-Iskandariyah UMLA memadukan kegiatan mengaji dengan permainan dan perlombaan yang dekat dengan dunia anak-anak. Mengaji, belajar, bermain, dan berkompetisi menjadi satu rangkaian kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Gerakan tersebut juga menjadi bentuk implementasi nilai tabligh IMM melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Dakwah tidak selalu harus berlangsung dalam forum besar. Ia dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menemani anak-anak belajar membaca Al-Qur’an dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap nilai-nilai Islam.
Dengan semangat tersebut, Gerakan Al-Qalam diharapkan tidak berhenti pada Jilid III. Program ini diharapkan terus menjadi ruang bagi kader IMM Al-Iskandariyah untuk berbagi ilmu, membangun silaturahmi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro