Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tujuh Santri TPA Salsabila Wajik Unjuk Bela Diri Tapak Suci di Malam Kemerdekaan

MuhammadiyahLamongan.com – Tujuh santri TPA Salsabila Muhammadiyah Wajik tampil dalam malam puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Desa Wajik, Lamongan, Sabtu (29/8/2026). Mereka memperagakan seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah di hadapan warga yang menghadiri perayaan tersebut.

Penampilan itu menjadi salah satu persembahan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Wajik. Mengenakan seragam Tapak Suci berwarna merah dan kuning, ketujuh santri memperagakan sejumlah gerakan bela diri secara bersama-sama.

Tampil di hadapan masyarakat menjadi pengalaman tersendiri bagi para santri. Selain menunjukkan hasil latihan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk belajar tampil percaya diri, disiplin, dan berani.

Ketujuh santri mengikuti latihan di bawah bimbingan dua pelatih dengan fokus yang berbeda. Kak Izul membimbing latihan seni, sedangkan Kak Ufi berfokus pada latihan fighter.

Melatih Gerak dan Karakter

Kak Izul mengatakan, latihan seni Tapak Suci tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan gerakan bela diri. Latihan juga menjadi sarana untuk membentuk kedisiplinan, konsentrasi, dan keberanian anak ketika tampil di hadapan banyak orang.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa melakukan gerakan Tapak Suci, tetapi juga memahami bahwa setiap gerakan membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan keberanian. Penampilan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus belajar percaya diri,” ujar Kak Izul.

Menurut dia, proses latihan membutuhkan kesabaran karena setiap anak memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Meski demikian, semangat para santri untuk terus belajar menjadi modal penting dalam menjalani latihan.

Sementara itu, Kak Ufi mengatakan latihan fighter tidak semata-mata mengajarkan kemampuan bertarung. Latihan tersebut juga diarahkan untuk membentuk mental dan karakter anak.

“Dalam fighter, kami tidak hanya melatih teknik dan fisik. Anak-anak juga kami ajarkan keberanian, kontrol diri, disiplin, dan sportivitas. Mereka harus tahu bahwa ilmu bela diri bukan untuk mencari lawan, tetapi untuk membentuk diri menjadi lebih kuat dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Dapat Dukungan Wali Santri dan Warga

Penampilan ketujuh santri tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selama proses latihan hingga pelaksanaan penampilan, TPA Salsabila Muhammadiyah Wajik mendapat dukungan dari para wali santri, warga sekitar, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wajik.

Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para santri dan pelatih untuk terus mengembangkan kegiatan Tapak Suci di lingkungan TPA.

Bagi para wali santri, kegiatan itu bukan sekadar memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil di hadapan masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan keberanian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap seni bela diri Muhammadiyah.

Antusiasme warga terlihat ketika ketujuh santri memasuki area penampilan. Gerakan yang diperagakan secara bersama-sama menunjukkan hasil latihan yang telah mereka jalani.

Keikutsertaan tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi TPA Salsabila Muhammadiyah Wajik dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan itu juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan aktivitas positif kepada masyarakat.

Melalui latihan Tapak Suci, para santri tidak hanya dibekali keterampilan bela diri. Mereka juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan tanggung jawab.

Dengan dukungan wali santri, masyarakat sekitar, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wajik, TPA Salsabila Muhammadiyah Wajik berharap kegiatan Tapak Suci dapat terus berkembang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh, berprestasi, dan menghidupkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan melalui aktivitas yang positif. (*)

Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro

2
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Gerakan Al-Qalam Jilid III, IMM Al-Iskandariyah Kemas Belajar Mengaji Lebih Menyenangkan

Read next
0
Share