Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Kaleng Bekas Menjadi Karya Bernilai, Kreativitas Murid MTs Mutif Brondong Unjuk Gigi

MuhammadiyahLamongan.com – Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat disulap menjadi barang bernilai melalui kreativitas dan kerja sama. Hal itu terlihat dalam hari kedua kegiatan Class Meeting dan Kemah Kreasi 2026 MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif), Lamongan, Rabu (7/10/2026). Sebanyak 121 murid mengikuti beragam perlombaan yang memadukan ketangkasan, seni, keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan di halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan lomba senam massal. Setiap kontingen kelas menampilkan gerakan yang kompak dan penuh semangat. Suasana semakin meriah ketika murid-murid dan warga sekolah memberikan dukungan kepada peserta yang berlomba.

Di lapangan, persaingan berlangsung melalui lomba futsal putra. Setiap tim berusaha menunjukkan kemampuan teknik dan strategi untuk mencetak gol ke gawang lawan. Selain itu, permainan Color Focus Challenge menguji kecepatan reaksi, ketepatan, dan konsentrasi peserta dalam merespons instruksi warna yang diberikan secara spontan.

Sementara itu, kegiatan di dalam ruangan menghadirkan suasana berbeda. Lomba pidato menjadi wadah bagi murid untuk menyampaikan gagasan dan pesan moral di hadapan dewan juri. Adapun lomba tartil menghadirkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan di tengah kemeriahan perlombaan.

Dari berbagai cabang lomba tersebut, kreasi daur ulang sampah menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian. Melalui lomba ini, setiap kelas mengirimkan satu tim yang terdiri atas lima murid putra dan putri. Mereka ditantang mengolah barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus estetika dalam waktu 180 menit.

Penanggung Jawab Lomba Daur Ulang, Musfiroh, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menguji kreativitas, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan bagi murid.

“Penilaian kami tidak hanya berfokus pada bentuk fisik, tetapi juga mencakup nilai guna karya sebesar 30 persen, estetika 25 persen, kreativitas 25 persen, serta kerapian dan kemampuan tim dalam mempresentasikan fungsi karyanya sebesar 20 persen. Melalui lomba ini, kami ingin mendidik para murid agar mampu melihat potensi dan nilai ekonomi dari limbah yang ada di sekitar mereka,” ujar Musfiroh di lokasi kegiatan, Rabu (7/10/2026).

Pengumuman pemenang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Tim kelas IX A berhasil meraih nilai tertinggi melalui karya berupa rak susun berwarna putih yang dibuat dari kaleng bekas. Karya tersebut dinilai memiliki struktur yang kokoh, fungsi penyimpanan yang baik, serta tampilan menarik berkat balutan benang makrame putih yang dikerjakan dengan rapi.

Lapisan benang tersebut membuat kaleng bekas yang menjadi bahan dasar rak tidak lagi tampak mencolok. Selain memiliki nilai estetika, rak susun itu dapat digunakan untuk menyimpan dan merapikan berbagai barang berukuran kecil. Karya tersebut menunjukkan bahwa barang yang tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi produk fungsional melalui pengolahan yang kreatif.

Alqira Janitra, salah satu anggota tim kelas IX A, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kelompoknya. Menurut dia, pembagian tugas dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan tim dalam menyelesaikan karya tepat waktu.

“Kuncinya ada di kerja sama tim karena kami berlima punya pembagian tugas masing-masing, mulai dari pemotongan, pembersihan kaleng, hingga melilitkan benang makrame secara presisi dan rapi. Kami memilih membuat rak susun dari kaleng bekas ini supaya tidak cuma jadi pajangan, tetapi benar-benar bisa dipakai untuk menaruh barang-barang kecil agar rapi. Senang dan bangga sekali karya tim IX A bisa mendapat nilai tertinggi dan meraih juara,” ujar Alqira.

Kegiatan hari kedua Class Meeting dan Kemah Kreasi 2026 tersebut menunjukkan bahwa perlombaan di sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas. Selain mengembangkan bakat dan keterampilan, kegiatan ini mendorong murid untuk bekerja sama, berpikir kreatif, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.

Rangkaian kegiatan itu juga menjadi bagian dari persiapan menuju puncak acara Kemah Kreasi yang dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Panyuran pada 9–11 Oktober 2026. Melalui kegiatan tersebut, MTs Mutif berharap semangat kebersamaan, kemandirian, dan kreativitas murid dapat terus tumbuh, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Penulis : Sri Damiati | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Class Meeting MTs Mutif Brondong Diikuti 121 Murid, Padukan Olahraga dan Penguatan Karakter

Read next
0
Share