MuhammadiyahLamongan.com – Semangat transformasi terus menggema di kalangan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat. Hal ini tercermin dari penyelenggaraan Baitul Arqom Karyawan AUM yang berlangsung pada 7-8 Desember 2024 di Aula Radho Hotel Syariah, Malang.
Mengusung tema “Baitul Arqom: Transformasi Diri Menuju Karyawan AUM yang Profesional dan Berintegritas”, kegiatan ini diawali dengan pre-test, dilanjutkan pembukaan, dan langsung masuk ke sesi materi inti. Peserta dibagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas A untuk karyawan AUM Kesehatan dan Kelas B untuk karyawan AUM Pendidikan serta Ekonomi.
Pada Kelas B, sesi pertama bertajuk “Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah” (MKCHM) disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, MA. Sebagai landasan ideologi Muhammadiyah, MKCHM menjadi pembahasan utama dalam sesi ini. Pemateri mengajak peserta untuk memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam dokumen tersebut.
“MKCHM bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup kita sebagai warga Muhammadiyah,” ujar Dedi Kurniawan, Co-Master of Training (MoT) Kelas B.
Moderator Kelas B, Tanfiddyah Russanty, turut mengungkapkan kesannya, “Setelah mendalami materi MKCHM, saya semakin memahami dasar-dasar persyarikatan Muhammadiyah. Ternyata, tidak sesederhana yang saya bayangkan,” paparnya.
Melalui pemahaman yang mendalam, karyawan AUM diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam tugas dan tanggung jawab mereka. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan integritas karyawan AUM dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Suasana selama sesi berlangsung interaktif. Diskusi hangat antara pemateri dan peserta disertai sesi tanya-jawab membuat suasana aula terasa hidup dan penuh semangat.
Kegiatan ini diharapkan mampu membekali karyawan AUM PCM Babat untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa. Baitul Arqom juga menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. Diharapkan, kegiatan serupa terus berlanjut demi meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah. (*)
Reporter Aminulloh Fatkhur Roziqi. Editor Fathan Faris Saputro.