MuhammadiyahLamongan.com- Ratusan warga Muhammadiyah menghadiri pengajian Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren yang bertempat di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Durikulon, pada Ahad (3/8/2025).
Pengajian ini dihadiri oleh utusan dari PRM se-Cabang Laren, jajaran PCM Laren dan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Ranting Durikulon. Turut hadir pada pengajian Muhammadiyah yakni jajaran PDM Lamongan, KH. Mulyono AR, Fathurrahim Syuhadi, M.Pd dan ustad Masroin Assafani, MA serta Wakil Ketua PWM Jawa Timur Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag, MSi selaku penceramah utama.
Mengawali ceramah pencerahannya, M. Khoirul Abduh mengajak semua warga Muhammadiyah di Lamongan dan khususnya di Cabang Laren untuk terus eksis menggerakkan kegiatan organisasi, mensolidkan struktural organisasi, dan membuat sistem indikator kemajuan organisasi berbasis data yang akurat.
“Kami mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk terus menggerakkan kegiatan organisasi, struktural pimpinan yang solid, dan membangun gerakan berbasis data”, Ujarnya.
Dalam menjalankan organisasi Muhammadiyah, yang notabene Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam, maka Beliau mengajak agar warga Muhammadiyah tidak mudah berpecah belah.
Beliau mengutip isi Alquran yang terdapat pada surat Ali Imran ayat 103 yang artinya berbunyi “Dan berpegang lah kami semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”.
Maka pentingnya semangat bagi warga Muhammadiyah untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga kebersamaan, menghilangkan kepentingan ego, kepentingan sektoral, yang ada adalah kepentingan organisasi yang dikedepankan.
Guna menjaga soliditas organisasi Muhammadiyah, maka sebagai pimpinan dan warga persyarikatan, agar menghindari segala bentuk sikap dan tindakan yang berpotensi memecah belah organisasi. Seperti menyebarkan berita tidak benar, mengolok-olok, memfitnah, mengadu domba dan sebagainya.
Kemudian beliau mengutip isi Alquran tentang larangan mengolok-olok yang terdapat dalam Surat AlHujurat ayat 11 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok).”
Dari ayat diatas, ada anjuran dalam Islam bagi umat Islam dan khususnya bagi warga Muhammadiyah untuk bisa menjaga lisan dan sikap agar tidak menyakiti perasaan orang lain baik dengan ucapan maupun tindakan. Karena belum pasti, orang yang mengolok-olok dan menjelekkan orang lain itu, lebih baik daripada orang yang diolok-olok maupun dianggap jelek.
Semoga dengan pemaparan ceramah pengajian Muhammadiyah ini, mampu memberikan pencerahan bagi warga Muhammadiyah untuk terus menjaga lisan, hari dan pikiran yang positif untuk memberikan tindakan yang berdampak bagi organisasi dan sesama manusia dalam kehidupan.
Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in