Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Menimba Pengalaman Global, Mahasiswi EKSYAR UMLA Jalani KKN Internasional di Thailand dan Edukasi Halal

MuhammadiyahLamongan.com — Alifatus Zahroh, mahasiswi Program Studi S1 Ekonomi Syariah (EKSYAR) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), menuntaskan rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Program tersebut berlangsung selama November 2025 hingga Januari 2026.

KKN Internasional yang diikuti Alifatus merupakan hasil kerja sama Universitas Muhammadiyah Lamongan dengan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Sebanyak 11 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia tergabung dalam program ini.

Para peserta berasal dari lima kampus, yakni empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Utara, masing-masing satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Muhammadiyah Sorong.

Kesebelas mahasiswa tersebut dibagi ke dalam lima kelompok dan ditempatkan di wilayah yang berbeda. Alifatus mendapat penugasan di Suntisart Wittaya School, wilayah Kabang, Provinsi Yala, Thailand Selatan.

Selama pelaksanaan KKN, Alifatus bersama rekan-rekannya menjalankan berbagai program, salah satunya pengajaran Bahasa Inggris. Meski menghadapi tantangan adaptasi budaya dan lingkungan, semangat pengabdian tetap terjaga.

“Beradaptasi dengan lingkungan baru tentu tidak mudah. Ada rasa rindu rumah dan kesepian. Namun, saya bersyukur bisa menjadi bagian dari pengalaman ini karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” ujar Alifatus.

Alifatus mengajar Bahasa Inggris mulai dari Primary 1 (setara SD kelas I) hingga Secondary 3 (setara SMA). Latar belakang keilmuan yang berbeda menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Biasanya saya mempelajari perencanaan keuangan, financial technology, dan ekonomi syariah. Di sini, saya harus berperan sebagai pendidik. Saya harus bekerja ekstra agar bisa beradaptasi dan memastikan murid memahami materi yang saya sampaikan,” katanya.

Selain mengajar, Alifatus juga menginisiasi edukasi literasi halal bagi siswa Sekolah Menengah Pertama. Berdasarkan hasil pre-test, ia menemukan bahwa pemahaman konsep halal dan haram di kalangan siswa masih terbatas.

“Saya baru mengetahui bahwa literasi halal di Thailand Selatan, meskipun mayoritas penduduknya muslim, masih tergolong minim. Banyak siswa belum memahami secara utuh konsep halal dan haram. Bahkan, beberapa restoran cepat saji seperti McDonald’s dan KFC di Thailand belum tersertifikasi halal,” ungkapnya.

Ketua sekaligus Pembina Forum English Club Suntisart Wittaya School, Firdaus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dari Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Alifatus dan rekan-rekan. Murid-murid kami mendapatkan wawasan baru yang sebelumnya belum pernah mereka peroleh, termasuk pengetahuan tentang konsep halal. Ini menjadi langkah baik untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Program KKN sekaligus guru di sekolah tersebut, Ustaz Ismail. Ia berharap program KKN Internasional dapat terus berlanjut.

“Alifatus dan rekan-rekan hanya berada di sini selama dua bulan. Namun, ilmu yang disampaikan semoga dapat tertanam lama dalam ingatan murid-murid kami,” katanya.

Pada acara penutupan dan pelepasan KKN Internasional, Kepala Sekolah Suntisart Wittaya School, Nur Fitri, yang diwakili Ustaz Ismail, menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan agar tali silaturahmi tetap terjaga.

“Jarak Indonesia dan Thailand memang jauh, tetapi ilmu dan pengalaman dapat menjadi jembatan yang mendekatkan,” tuturnya. (*)

3
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Asah Retorika Siswa: Mahasiswa PPL STAIM Paciran Membina Muhadoroh

Next Post

Banjir Bengawan Jero Meluas, Rendam Masjid Muhammadiyah Muhajirin Soko Glagah

Read next
0
Share