MuhammadiyahLamongan.com – Suasana Kebun Leha-Leha, Paciran, Lamongan, pada Jumat (24/4/2026) tampak berbeda sejak pagi. Sebanyak 210 pandu pengenal dari SMP/MTs Muhammadiyah se-Kecamatan Brondong berkumpul mengikuti Pelatihan Pandu Pengenal yang digelar Kwarcab Hizbul Wathan (HW) Brondong, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Mengusung tema “Cakap Berkarya, Tangkas Beraksi, Mewujudkan Pandu Pengenal yang Mandiri”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang belajar yang dekat dengan alam.
Sejak awal kegiatan, setelah upacara pembukaan peserta langsung disuguhkan berbagai materi yang menuntut kekompakan dan ketangkasan, di antaranya LKBB (Latihan Keterampilan Baris-Berbaris), P2HW (Pertolongan Pertama Hizbul Wathan, serta yel-yel yang menggugah semangat.
Suara aba-aba barisan berpadu dengan teriakan yel-yel menciptakan suasana hidup di tengah area kebun yang asri.Cuaca siang itu memang terasa panas, tetapi rindangnya pepohonan menjadi penolong.
Saat waktu istirahat tiba, para peserta tampak berkelompok di bawah pohon, menggelar tikar sambil berbagi cerita dan melepas lelah. Momen sederhana itu justru memperlihatkan kehangatan kebersamaan yang menjadi ruh kegiatan.
Ketua PCM Brondong, Mat Iskan, yang membuka acara, menekankan pentingnya pelatihan seperti ini. Ia menyebut bahwa kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman nyata bagi para pandu,
“Kegiatan pelatihan seperti ini minimal dilaksanakan setahun satu kali, dan ini ialah kehidupan sebenarnya, kehidupan yang bersentuhan langsung dengan alam. Maka siapa yang ikut HW akan beruntung dan lebih termotivasi,” ujarnya.
Menjelang akhir kegiatan, tantangan semakin terasa. Pada kegiatan jelajah alam, Peserta harus melewati halang rintang di sungai. Air, lumpur, dan medan yang tidak mudah justru menjadi penutup yang berkesan. Satu per satu peserta keluar dari lintasan dengan kondisi basah kuyup, namun wajah mereka menunjukkan kepuasan dan kebanggaan.
Pelatihan ini bukan hanya tentang materi dan latihan fisik, tetapi juga tentang pengalaman. Bagi para pandu pengenal, hari itu menjadi cerita yang akan diingat—tentang panasnya matahari, sejuknya berteduh di bawah pohon, hingga serunya menaklukkan rintangan bersama.
Penulis Rohmad Avi Hidayat Editor Lim