Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Marak Curanmor di Lamongan,PCPM Turi Usulkan Desa Pasang Kamera CCTV

MuhammadiyahLamongan.com –Maraknya aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mulai menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Turi, Moch. Muzaki, mendesak pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk segera melakukan langkah konkret melalui digitalisasi keamanan wilayah.

Rentetan peristiwa kriminal ini mencapai puncaknya pada laporan kejadian di lingkungan Masjid Dusun Galang, Desa Sukoanyar, sekitar 21 April 2026 lalu. Aksi nekat pelaku yang menyasar area rumah ibadah dinilai telah mencederai rasa aman kolektif masyarakat.

“Area masjid yang identik dengan ketenangan dan kepercayaan sosial kini mulai ‘ditembus’. Ini bukan sekadar hilangnya harta benda, tapi alarm keras bahwa rasa aman warga sedang terancam,” ujar Muzaki dalam keterangan pesannya.

Muzaki menegaskan bahwa peristiwa yang dilaporkan sekitar 21 April 2026 itu harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen di Turi, khususnya di Dusun Galang.

“Apalagi, kabar peningkatan kewaspadaan juga muncul dari wilayah lain seperti area persawahan Desa Karangwedoro hingga beberapa titik di Lamongan,” jelasnya.

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan bahwa tindak kriminal bukan lagi kejadian sporadis, tetapi mulai menunjukkan pola yang perlu diantisipasi secara sistematis.

Ia menyebut bahwa pendekatan keamanan tidak bisa lagi hanya mengandalkan ronda malam atau kewaspadaan individu semata.

“Bayangkan jika setiap desa memiliki titik pantau yang saling terhubung. Setiap orang yang keluar-masuk wilayah dapat terdeteksi. Setiap gerak mencurigakan dapat direkam. Dan ketika terjadi tindak kriminal, pelacakan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi data visual yang konkret,” jelasnya.

Muzaki menjelaskan bahwa CCTV bukan hanya alat rekam, tetapi juga alat pencegah. Keberadaan CCTV dapat menjadi warning system bagi siapa pun yang berniat melakukan kejahatan.

“Orang akan berpikir dua kali ketika tahu bahwa setiap sudut desa berada dalam pengawasan yang terorganisir,” imbuhnya.

Integrasi antara dusun, desa, hingga kecamatan dinilai membuka peluang koordinasi yang lebih kuat dengan aparat keamanan, terutama kepolisian. Data rekaman dapat menjadi bukti awal yang mempercepat proses penyelidikan.

“Bahkan dalam era digital saat ini, rekaman CCTV bisa menjadi alat efektif yang membantu masyarakat mengenali pelaku dan mempercepat pelaporan,” ujar Muzaki.

Ia mengatakan bahwa dalam hal ini, teknologi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Memanfaatkan teknologi adalah bentuk adaptasi terhadap zaman, sekaligus ikhtiar menjaga amanah sosial yakni melindungi warga, menjaga ketertiban, dan merawat rasa aman bersama.

Penulis M Habib Muzaki Editor Lim

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

SD Musaka Gelar Ikhtibar Tahfidz Bersama Tim Penguji Tajdid PWM Jatim

Read next
0
Share