Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Jelajah Kampus Lewat Outbound, Peserta Joko Tingkir Literacy Camp Diajak Mengenal Lingkungan UMLA

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana Universitas Muhammadiyah Lamongan tampak ramai dan penuh semangat saat pelaksanaan kegiatan outbound dalam rangka Joko Tingkir Literacy Camp Competition 1 2026, Ahad (10/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penutup yang diikuti seluruh peserta kemah dengan konsep permainan kelompok sambil mengenal lingkungan kampus UMLA.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta dari berbagai qobilah digabung menjadi beberapa kelompok baru. Panitia membagi peserta ke dalam 14 tim yang terdiri atas tujuh tim putra dan tujuh tim putri. Penggabungan peserta dari berbagai qobilah dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarpeserta selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan outbound dilaksanakan menggunakan sistem pos permainan yang tersebar di sejumlah titik kampus. Setiap kelompok diwajibkan menyelesaikan tantangan di masing-masing pos sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.

Pos pertama berada di area pemberangkatan yang bertempat di Dome UMLA. Pada pos tersebut, peserta diberikan pertanyaan acak oleh penanggung jawab pos, mulai dari materi keislaman, kepanduan, kemuhammadiyahan, sejarah, matematika, hingga soal logika. Kelompok yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan menampilkan tepuk Hizbul Wathan secara kompak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.

Setelah menyelesaikan tantangan di pos pertama, peserta bergerak menuju pos kedua yang berada di Gedung E samping rektorat dengan permainan estafet sarung. Selanjutnya, peserta diarahkan menuju pos ketiga di depan Logmart UMLA, Gedung B, untuk mengikuti permainan memasukkan paku ke dalam botol.

Perjalanan outbound kemudian dilanjutkan menuju pos keempat yang berada di depan pintu utama Gedung A UMLA dengan permainan estafet air. Setelah itu, peserta menyelesaikan tantangan terakhir di pos kelima yang berada di Gedung C melalui permainan estafet tepung.

Di setiap pos, panitia memberikan pita sebagai tanda bahwa kelompok telah berhasil menyelesaikan tantangan. Setelah seluruh pos dilalui, peserta kembali menuju titik pemberangkatan untuk menyerahkan pita sekaligus melaporkan penyelesaian seluruh rangkaian outbound.

Salah satu panitia, Rakanda Ratno, mengatakan konsep penggabungan tim sengaja dibuat agar peserta dapat saling mengenal dengan peserta dari qobilah lain.

“Kami membuat outbound dengan permainan sederhana dan tim juga digabung dari seluruh qobilah agar peserta bisa saling mengenal satu sama lain,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat meriah dan penuh kerja sama. Peserta tampak aktif berkomunikasi serta saling membantu menyelesaikan tantangan di setiap pos permainan.

Melalui kegiatan outbound tersebut, peserta tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diperkenalkan dengan lingkungan dan gedung-gedung di UMLA sebagai bagian dari pengenalan kampus kepada murid Muhammadiyah se-Jawa Timur. (*)

Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Upaya PCM Brondong Cetak Guru Ngaji Berstandar dan Berjiwa Uswah Melalui Diklat

Next Post

Resmi Ditutup, Joko Tingkir Literacy Camp 2026 Tinggalkan Semangat Literasi dan Silaturahmi

Read next
0
Share