MuhammadiyahLamongan.com— Suasana hangat penuh keakraban dan nostalgia mewarnai pelaksanaan Reuni Akbar Lintas Generasi SMP Muhammadiyah 7 Blimbing periode 1984–1992 yang diselenggarakan di Aula KH. Adnan Noer MIM 04 Blimbing. Sabtu (30/5/2026)
Kegiatan ini menjadi ajang temu kangen para alumni dari sembilan angkatan yang pernah menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 7 Blimbing, yang kini lebih dikenal dengan sebutan SMP MUTU. Para alumni yang datang dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir.
Momen ini tidak hanya menjadi sarana untuk bernostalgia, tetapi juga mempererat kembali tali silaturahim yang telah terjalin sejak masa sekolah puluhan tahun lalu. Penanggung jawab kegiatan, Zun Aini, M.Pd., menyampaikan bahwa reuni akbar ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi seluruh alumni.
“Kegiatan Reuni Akbar SMP Muhammadiyah 7 Blimbing yang sekarang kerap disebut SMP MUTU ini merupakan momen yang sangat berharga untuk kembali menjalin silaturrahim, setelah Reuni Lintas Periode yang pertama sukses digelar di tahun 2022 lalu. Antusiasme para alumni dari berbagai angkatan menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan yang terjalin sejak masa sekolah masih sangat kuat. Melalui kegiatan ini, selain bersilaturahim para alumni dapat kembali berbagi pengalaman, serta mereview kenangan selama menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 7 Blimbing. Saya berharap reuni akbar kali ini yang diikuti 9 periode mulai 1984–1992 dapat menjadi wadah yang lebih baik untuk mempererat kebersamaan antar-alumni dan memberikan kesan yang menyenangkan bagi seluruh peserta yang hadir.” Ujarnya.
Berbeda dengan reuni sebelumnya yang banyak dihadiri oleh para dewan guru, pada reuni kali ini hanya beberapa guru yang dapat hadir karena faktor kesehatan dan keterbatasan usia. Meski demikian, kehadiran mereka tetap menjadi magnet tersendiri yang menghadirkan suasana penuh hormat dan rasa haru di tengah para alumni.
Puncak keharuan terjadi saat Angkatan 1988 menampilkan persembahan istimewa berupa paduan suara dan pembacaan puisi yang membawakan Hymne Guru. Penampilan yang dikemas dengan penuh penghayatan itu seakan membawa seluruh hadirin kembali ke masa-masa perpisahan sekolah puluhan tahun silam. Lantunan lagu yang begitu akrab di telinga para alumni membangkitkan kenangan tentang ruang kelas, canda bersama teman, serta sosok-sosok guru yang telah membimbing mereka menapaki perjalanan hidup.
Suasana aula mendadak hening. Banyak alumni tampak berkaca-kaca, larut dalam nostalgia dan rasa syukur atas jasa para guru yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Momen semakin mengharukan ketika para alumni Angkatan 1988 turun dari panggung dan secara bersama-sama menghampiri para guru yang hadir. Dengan penuh takzim, mereka menyerahkan bunga sebagai simbol penghormatan, ungkapan terima kasih, serta cinta tulus dari murid kepada guru yang telah mendidik dan menginspirasi mereka. Tepuk tangan panjang dari seluruh peserta mengiringi momen yang menjadi salah satu kenangan paling berkesan dalam reuni tersebut.
Selain menjadi ajang silaturahim, reuni akbar ini juga menghadirkan wujud nyata kepedulian alumni terhadap almamater. Dalam kesempatan tersebut, para alumni menyerahkan donasi untuk SMP Muhammadiyah 7 Blimbing yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Wariyono. Penyerahan donasi ini menjadi bentuk kontribusi dan rasa terima kasih alumni kepada sekolah yang telah menjadi tempat mereka menimba ilmu dan membangun fondasi kehidupan.
Setelah prosesi penyerahan donasi, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan kreatif dari masing-masing angkatan. Beragam sajian hiburan mulai dari musik, menyanyi bersama, hingga pertunjukan yang sarat kenangan sukses menghidupkan suasana. Setiap angkatan menampilkan ciri khas dan kreativitasnya masing-masing, menghadirkan gelak tawa, kebersamaan, serta cerita-cerita masa lalu yang kembali menghangatkan hati.
Reuni Akbar Lintas Generasi SMP Muhammadiyah 7 Blimbing periode 1984–1992 ini menjadi bukti bahwa waktu tidak mampu menghapus ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak bangku sekolah. Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, mengenang jasa para guru, serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kemajuan almamater tercinta.
Penulis Agus Arif Priyanto, S.M, Editor: Ma’in
