MuhammadiyahLamongan.com – Puluhan guru dari berbagai sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kecamatan Brondong mengikuti Diklat Promosi Sekolah-Madrasah Berbasis Berita dan Konten yang diselenggarakan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kemampuan pendidik dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi lembaga pendidikan.
Diklat yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong mulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti oleh perwakilan guru dari seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Cabang Brondong.
Ketua panitia penyelenggara, Ma’in, S.H.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital. Menurut dia, sekolah tidak cukup hanya menghadirkan layanan pendidikan yang baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan berbagai program dan prestasi kepada masyarakat secara efektif.
“Melalui diklat ini, kami berharap setiap sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Brondong mampu mandiri dalam mempromosikan lembaganya melalui berita dan konten digital yang menarik, akurat, serta mampu menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.
Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Para guru mengikuti setiap sesi dengan serius karena menyadari pentingnya penguasaan media digital dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iskan, menegaskan bahwa promosi terbaik sebuah sekolah tidak hanya berasal dari publikasi di media sosial, melainkan juga dari kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
“Selain konten dan berita, ada dua iklan terbaik bagi sebuah sekolah, yaitu guru yang dicintai murid serta lingkungan sekolah yang hangat dan menyenangkan,” kata Mat Iskan.
Setelah pembukaan, peserta mendapatkan materi jurnalistik dan pembuatan konten dari Ali Efendi, M.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai teknik penulisan berita yang efektif, mulai dari menentukan sudut pandang (angle) berita, menyusun judul yang menarik, menerapkan unsur 5W+1H, hingga membuat lead yang kuat dan informatif.
Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan mengemas dokumentasi kegiatan sekolah menjadi konten visual yang menarik dan mudah diterima masyarakat melalui berbagai platform digital.
Ali Efendi menekankan bahwa setiap kegiatan sekolah sesungguhnya memiliki nilai berita yang dapat dipublikasikan apabila dikemas dengan baik. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan dasar jurnalistik agar berbagai prestasi siswa, inovasi pembelajaran, maupun kegiatan sekolah dapat diketahui masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan ini, MPID PCM Brondong menargetkan lahirnya sumber daya manusia yang mampu menjalankan fungsi kehumasan di masing-masing sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Dengan demikian, setiap lembaga pendidikan memiliki tim internal yang mampu memproduksi berita dan konten secara berkelanjutan.
Harapannya, berbagai prestasi peserta didik, inovasi pendidikan, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi karakter Muhammadiyah dapat tersampaikan kepada calon peserta didik, wali murid, alumni, dan masyarakat luas.
Penguatan kapasitas guru di bidang literasi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing sekolah dan madrasah Muhammadiyah di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. (*)
Penulis : Ifqi Fitriati | Editor : Fathan Faris Saputro