MuhammadiyahLamongan.com – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dimanfaatkan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong untuk memperkuat promosi lembaga pendidikan melalui media digital. Sebanyak puluhan guru dari jenjang SD/MI hingga SMA/MA/SMK mengikuti Diklat Promosi Madrasah Berbasis Berita dan Konten yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong, Selasa (16/6/2026).
Sejak pagi, aula lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong telah dipenuhi peserta yang antusias mengikuti pelatihan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana publikasi dan branding sekolah maupun madrasah.
Dalam pelatihan tersebut, MPID PCM Brondong menghadirkan Ali Efendi, M.Pd., sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi tentang teknik penulisan berita, fotografi jurnalistik, hingga strategi copywriting yang efektif untuk kebutuhan promosi lembaga pendidikan.
Ali Efendi menegaskan bahwa era digital menuntut sekolah dan madrasah tidak hanya unggul dalam program, tetapi juga mampu menyampaikan keunggulannya kepada masyarakat melalui konten yang menarik dan informatif.
“Momentum 1 Muharam 1448 Hijriah ini harus menjadi titik hijrah bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Jika dahulu umat Islam berhijrah ke Madinah, kini lembaga pendidikan perlu berhijrah ke dunia konten dan media digital. Jika Anda bukan anak presiden dan bukan anak seorang penulis, maka menulislah,” ujarnya di hadapan peserta.
Ketua MPID PCM Brondong, Ma’in, S.H.I., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjangkau seluruh jenjang pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, setiap lembaga memiliki potensi dan program unggulan yang perlu dipublikasikan secara lebih luas.
“Mulai dari SD/MI yang memiliki program tahfiz, SMP/MTs dengan berbagai inovasi pembelajaran, hingga SMA/MA/SMK yang bersaing ketat dalam era Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) digital. Tujuan kami sederhana, yakni agar setiap lembaga mampu mempromosikan kegiatan dan prestasinya melalui berita daring. Dari sanalah branding lembaga akan terbentuk,” kata Ma’in.
Salah seorang peserta dari MI Muhammadiyah 14 Pambon, Ilmi Nahdliyatin, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut. Selama ini, menurutnya, publikasi kegiatan sekolah lebih banyak dilakukan melalui unggahan foto tanpa strategi komunikasi yang terarah.
“Biasanya kami hanya mengunggah foto kegiatan. Hari ini kami belajar membuat judul berita yang menarik, menulis caption yang kuat, serta menentukan sudut pandang yang tepat agar informasi lebih mudah diterima masyarakat. Ini menjadi berkah tersendiri di momentum 1 Muharam,” ujarnya.
Ketua PCM Brondong, Mat Iskan, yang membuka kegiatan tersebut berharap pelatihan tidak berhenti pada tataran teori. Ia mendorong setiap sekolah dan madrasah peserta untuk mulai rutin memproduksi konten dan berita sebagai bagian dari budaya literasi digital di lingkungan Muhammadiyah.
“Tahun baru Hijriah harus menjadi tahun baru produktivitas bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Saya berharap setiap lembaga dapat secara konsisten menghasilkan konten dan publikasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, MPID PCM Brondong optimistis citra dan daya tarik lembaga pendidikan Muhammadiyah di wilayah Brondong dan sekitarnya akan semakin meningkat. Kehadiran konten yang berkualitas diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan madrasah Muhammadiyah. (*)
Penulis : Ilmi Nahdliyatin | Editor : Fathan Faris Saputro