Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Pantai hingga Hutan Pinus, MTs Muhammadiyah 21 Wedung Menjelajah Sisi Lain Yogyakarta

MuhammadiyahLamongan.com – Bagi sebagian orang, Yogyakarta identik dengan warisan budaya, sejarah, dan pusat pendidikan. Namun, bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah 21 Wedung, Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki makna emosional sebagai tempat lahirnya Muhammadiyah pada 18 November 1912 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1330 H. Ikatan historis itu membuat Yogyakarta selalu menjadi destinasi yang istimewa bagi madrasah tersebut.

Setiap tahun, MTs Muhammadiyah 21 Wedung menyelenggarakan kegiatan study tour bagi siswa kelas IX. Program yang bersifat pilihan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas agar peserta didik memperoleh pengalaman langsung mengenai sejarah, budaya, maupun kekayaan alam Indonesia.

Selama ini, Candi Borobudur hampir selalu menjadi tujuan utama dalam rangkaian perjalanan. Namun, pada study tour yang digelar Kamis (25/6/2026), rombongan justru memilih rute yang berbeda. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas siswa serta tenaga pendidik dan kependidikan sepakat meninggalkan destinasi yang biasa dikunjungi dan memilih menjelajahi bentang alam Yogyakarta, mulai dari pesisir selatan, goa, hingga kawasan hutan pinus di perbukitan.

“Sepertinya anak-anak kelas IX tahun ini memang memiliki jiwa petualang yang tinggi dan sangat mencintai alam. Saat ditawari mengunjungi Borobudur, mereka langsung menjawab tidak mau,” ujar Kepala MTs Muhammadiyah 21 Wedung, Ahmad Fathoni, sambil berkelakar menirukan antusiasme para siswanya.

Perjalanan dimulai pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam dengan beberapa kali berhenti di SPBU dan rest area, rombongan tiba di destinasi pertama, yakni Pantai Indrayanti, Kabupaten Gunungkidul.

Usai melaksanakan salat Subuh berjemaah, membersihkan diri, dan menikmati sarapan bersama, para peserta menghabiskan waktu di tepian pantai. Hamparan pasir putih, deburan ombak biru, embusan angin pagi, serta cahaya matahari yang perlahan muncul dari balik bukit karang menghadirkan panorama yang memikat. Suasana itu menjadi pengalaman awal yang berkesan bagi seluruh rombongan.

Destinasi berikutnya adalah Goa Pindul. Setibanya di lokasi, peserta terlebih dahulu melaksanakan salat Zuhur sebelum mengikuti pengarahan dari pemandu wisata. Seluruh peserta mengenakan pelampung dan ban sebagai perlengkapan keselamatan sebelum memulai aktivitas susur goa.

Perjalanan menyusuri aliran sungai bawah tanah berlangsung dengan posisi saling berpegangan agar tetap aman. Di sepanjang lorong goa, peserta disuguhi pemandangan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif terbentuk secara alami. Sesekali, suara kelelawar yang beterbangan berpadu dengan gemericik air, sementara pemandu terus mengingatkan peserta agar menjaga posisi kepala saat melewati bagian goa yang rendah.

Dengan panjang lintasan sekitar 350 meter, perjalanan menyusuri Goa Pindul ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Pengalaman tersebut menghadirkan perpaduan rasa kagum, tegang, sekaligus takjub terhadap keindahan alam yang masih terjaga.

Setelah beristirahat, membersihkan diri, melaksanakan salat Asar, dan menikmati makan siang bersama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Hutan Pinus Bukit Pengger di Kabupaten Bantul. Kawasan wisata ini menawarkan suasana sejuk dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi serta cahaya matahari yang menembus sela-sela pepohonan.

Di sejumlah titik, tersedia tempat duduk untuk beristirahat dan menikmati suasana alam. Dari gardu pandang di tepi perbukitan, peserta dapat menyaksikan hamparan lembah hijau, permukiman warga, serta lahan pertanian yang tampak tertata rapi dari ketinggian. Kabut tipis yang menyelimuti kawasan tersebut semakin memperindah panorama sore hari.

Menjelang malam, rombongan menutup perjalanan dengan berbelanja oleh-oleh di kawasan Malioboro. Suasana pusat wisata itu tetap dipadati pengunjung. Sebagian peserta mengabadikan momen dengan berfoto, sebagian lainnya menikmati kuliner khas Yogyakarta, sementara yang lain berburu cendera mata untuk keluarga di rumah.

Tepat sekitar pukul 22.00 WIB, bus yang membawa rombongan meninggalkan Yogyakarta menuju Wedung. Berbeda dengan perjalanan berangkat yang dipenuhi canda dan nyanyian, perjalanan pulang berlangsung lebih hening. Rasa lelah setelah seharian berpetualang membuat sebagian besar peserta memilih beristirahat sambil memanjatkan doa agar tiba di rumah dengan selamat.

“Capek banget, tapi senang. Apalagi waktu naik ban menyusuri Goa Pindul. Itu benar-benar jadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan bersama teman-teman,” ujar Alma, siswi kelas IX, ketika dimintai kesan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Bagi MTs Muhammadiyah 21 Wedung, study tour bukan sekadar agenda rekreasi. Perjalanan ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan siswa dengan alam, budaya, kebersamaan, dan rasa syukur atas kekayaan ciptaan Tuhan. Dari debur ombak Pantai Indrayanti hingga teduhnya Hutan Pinus Bukit Pengger, setiap langkah meninggalkan pelajaran yang tak selalu ditemukan di ruang kelas. (*)

Penulis : Wafidin | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

The range of extra revolves may vary up to a maximum of 1,000 spins from the one another DraftKings Casino and you may Enthusiasts Local casino

Next Post

That have round-the-clock customer care and you can a powerful work on security, Gamble Croco Gambling establishment delivers a secure and enjoyable gaming environment

Read next
0
Share