MuhammadiyahLamongan.com – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Upgrading dan Outbound yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sedayulawas pada Sabtu (5/7/2026). Ratusan peserta yang terdiri atas pendidik, tenaga kependidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta kader Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah mengikuti kegiatan tersebut sebagai ikhtiar memperkuat semangat kolektif dalam menggerakkan persyarikatan.
Mengusung tema “Bermuhammadiyah dengan Bergembira”, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB itu tidak hanya menjadi ruang penyegaran, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarkader sekaligus meneguhkan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah. Perpaduan antara penguatan ideologi dan aktivitas kebersamaan menghadirkan suasana yang hangat, akrab, dan penuh antusiasme.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan upgrading yang diselenggarakan di Masjid Supangat. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri Dr. H. Piet Hizbullah Khaidir, M.A., perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, yang menyampaikan materi bertajuk “Bahagia Bermuhammadiyah.”
Dalam paparannya, Dr. Piet menegaskan bahwa perjuangan di Muhammadiyah semestinya dijalani dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, bukan sebagai beban. Menurutnya, setiap ikhtiar dalam mengelola amal usaha maupun menggerakkan organisasi merupakan bagian dari ibadah yang bernilai pahala apabila dilandasi niat yang lurus.
Ia juga mengajak seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan kader Muhammadiyah untuk terus merawat semangat melayani umat dengan hati yang lapang. Materi yang disampaikan secara komunikatif dan reflektif itu mampu membangkitkan kembali kesadaran ideologis sekaligus memperkuat spiritualitas para peserta dalam menjalankan amanah persyarikatan.
Selepas sesi upgrading, kegiatan berlanjut ke kawasan wisata Pantai Kelapa, Desa Panyuran, dengan agenda outbound yang dipandu oleh tim fasilitator profesional. Suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh gelak tawa ketika para peserta mengikuti berbagai permainan yang menuntut kekompakan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.
Panitia sengaja membagi peserta ke dalam sejumlah kelompok yang anggotanya berasal dari berbagai lembaga dan unsur organisasi. Langkah ini dilakukan untuk menghapus sekat antarinstitusi sekaligus memperluas interaksi antarkader. Menariknya, setiap kelompok diberi nama buah-buahan dan diminta menciptakan yel-yel khas sebagai identitas tim.
Kreativitas para peserta pun langsung mencuri perhatian. Guru, tenaga kependidikan, hingga kader muda Ortom tampil kompak menyuguhkan yel-yel dengan beragam gaya yang mengundang tawa dan tepuk tangan. Perbedaan usia maupun latar belakang profesi seolah melebur dalam semangat kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan.
Antusiasme semakin terasa ketika panitia mengumumkan adanya penghargaan bagi kelompok terbaik dalam permainan serta penampilan yel-yel paling kreatif. Deburan ombak Pantai Kelapa menjadi latar yang menyempurnakan suasana penuh keceriaan, sementara setiap tantangan yang diberikan berhasil memperkuat komunikasi, kepercayaan, dan solidaritas antarpeserta.
Lebih dari sekadar kegiatan rekreasi, upgrading dan outbound tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi pembinaan kader yang berkelanjutan. Terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai, yakni mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas personal kader, serta memperkuat sinergi dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah di tingkat ranting.
Melalui perpaduan antara penguatan nilai-nilai spiritual dan aktivitas yang membangun kekompakan, PRM Sedayulawas berharap seluruh peserta kembali ke lingkungan kerja dan organisasi masing-masing dengan semangat yang semakin segar. Nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan diharapkan menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat melalui Amal Usaha Muhammadiyah maupun Organisasi Otonom.
Tema “Bermuhammadiyah dengan Bergembira” pun tidak berhenti sebagai slogan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan di Muhammadiyah dapat dijalani secara profesional, penuh dedikasi, sekaligus menghadirkan kebahagiaan. Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh kompetensi, melainkan juga oleh hati yang saling terhubung, semangat yang terus menyala, dan kegembiraan dalam setiap langkah perjuangan. (*)
Penulis : Ifqi Fitriati | Editor : Fathan Faris Saputro