MuhammadiyahLamongan.com – Puncak rangkaian Tabligh Akbar Milad Ke-109 ‘Aisyiyah bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” berlangsung khidmat di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Ahad (26/7/2026). Ribuan peserta dari Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-Kabupaten Lamongan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti kajian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mufdlilah, S.ST., M.Sc.
Kajian tersebut menjadi puncak sekaligus inti peringatan Milad Ke-109 ‘Aisyiyah. Dalam pemaparannya, Prof. Mufdlilah mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Menurutnya, dakwah kemanusiaan merupakan bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, kepedulian, dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Dakwah, katanya, tidak cukup disampaikan melalui lisan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta berbagai kegiatan sosial yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Tema Milad Ke-109 ‘Aisyiyah mengingatkan kita bahwa dakwah kemanusiaan harus menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan perdamaian. Perdamaian dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, hingga kehidupan bermasyarakat. Ketika kita mampu menebarkan kasih sayang, saling menghormati, dan peduli kepada sesama, di situlah nilai-nilai Islam benar-benar hadir dalam kehidupan,” ujar Prof. Mufdlilah.
Ia menambahkan, ‘Aisyiyah memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat berkemajuan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, ekonomi, hingga pelayanan sosial. Beragam amal usaha dan gerakan yang selama ini dijalankan menjadi bukti bahwa dakwah dapat diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Prof. Mufdlilah juga mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat persatuan dan semangat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Menurutnya, kemajuan organisasi hanya dapat dicapai apabila seluruh anggota saling mendukung, menguatkan, dan bergerak bersama demi kemaslahatan umat.
Suasana kajian berlangsung penuh kekhidmatan. Para peserta tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Tepuk tangan beberapa kali menggema saat Prof. Mufdlilah menyampaikan pesan-pesan yang membangkitkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Kajian tersebut menjadi penutup yang sarat makna dalam rangkaian Tabligh Akbar Milad Ke-109 ‘Aisyiyah. Pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, semangat memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian akan terus hidup dalam setiap langkah kader ‘Aisyiyah, sekaligus memperkuat kontribusi organisasi bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro