MuhammadiyahLamongan.com – Angin laut berembus di kawasan Wisata Pantai Kelapa, Panyuran, Tuban, Jumat (9/10/2026) sore. Di tengah suasana pesisir, ratusan murid MTs Muhammadiyah 25 Brondong atau MTs Mutif mengikuti apel pembukaan Kemah Kreasi 2026. Berbalut seragam Hizbul Wathan, mereka bersiap mengikuti tiga hari kegiatan yang memadukan petualangan, kebersamaan, dan kreativitas.
Apel pembukaan dipimpin oleh Dewan Kerabat Penghela (DKP) Hizbul Wathan (HW), Yukio Rajendra Vincent. Ketua Kafilah HW MTs Mutif bertindak sebagai pembina apel, sedangkan Zifara Yolanis Oktavia memimpin pembacaan janji Hizbul Wathan. Para peserta mengikuti pembacaan janji tersebut dengan lantang dan penuh semangat.
Sebelum mengikuti apel, rombongan MTs Mutif berangkat dari madrasah pada pukul 07.45 WIB setelah menerima arahan dari pembina Hizbul Wathan. Kurang dari satu jam kemudian, mereka tiba di kawasan Pantai Kelapa. Kegiatan dilanjutkan dengan mendirikan tenda, menunaikan salat Jumat, beristirahat, dan makan siang sebelum memasuki rangkaian acara perkemahan.
Kemah Kreasi merupakan bagian kedua dari rangkaian Class Meeting dan Kemah Kreasi 2026 yang mengusung tema Adventure Begins, Creativity Unfolds. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang bagi murid mengembangkan potensi diri melalui aktivitas yang berbeda dari pembelajaran di kelas.
Rangkaian kegiatan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di lingkungan madrasah dan dikelola oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Mutif. Adapun sesi kedua berupa perkemahan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pantai Kelapa dan dikelola oleh DKP HW MTs Mutif.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Dwi Agus Wajid, mengatakan kegiatan ini menjadi sarana penyegaran bagi murid setelah menjalani Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS). Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk menunjukkan bakat sekaligus melatih berbagai keterampilan sosial.
Menurut dia, murid tidak hanya diajak menikmati suasana alam, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, menjunjung sportivitas, dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Kepala MTs Mutif, Suaidi, dalam sambutan pembukaan perkemahan menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan. Ia mengingatkan para murid agar menjadikan perkemahan sebagai kesempatan untuk belajar saling membantu, terutama ketika ada teman yang menghadapi kesulitan.
“Kalian di sini senasib sepenanggungan. Maka, kalian harus belajar bagaimana bersikap ketika ada teman yang membutuhkan bantuan dan sedang mengalami kesusahan. Kalian juga tetap dituntut menjaga kekompakan selama pertandingan,” ujar Suaidi.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan perkemahan. Di tengah berbagai perlombaan dan aktivitas kelompok, para murid diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan.
Selama perkemahan, panitia menyiapkan berbagai perlombaan yang menguji keterampilan, ketangkasan, dan kreativitas peserta. Lomba ant regu meliputi LBB buta, parade semaphore, sandi dan morse, serta pionering. Sementara itu, perlombaan antarkelas mencakup tarik tambang, membaca puisi, balap karung, estafet sarung, mengambil bola menggunakan stik, menyanyi, dan drama.
Beragam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap sportif. Kerja sama menjadi kunci, baik dalam menyelesaikan tantangan kepramukaan maupun mengikuti perlombaan antarkelas.
Melalui Class Meeting dan Kemah Kreasi 2026, MTs Mutif berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi murid. Alam terbuka menjadi ruang untuk mengenali potensi diri, memperkuat persahabatan, dan menumbuhkan kemandirian.
Selama tiga hari, Pantai Kelapa menjadi tempat bagi para pandu Hizbul Wathan MTs Mutif untuk belajar, berkompetisi, dan berkreasi. Semangat tersebut sejalan dengan tema yang diusung: Adventure Begins, Creativity Unfolds—petualangan dimulai, kreativitas berkembang. (*)
Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro