MuhammadiyahLamongan.com— Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA). Sorot lampu yang berpendar di sepanjang karpet merah malam itu menjadi saksi bisu dari sebuah momen bersejarah bagi 31 siswa kelas 6 yang telah menyelesaikan masa baktinya di bangku madrasah. Pada Graduated Class Of 2026 MIM 09 Labuhan, Kamis (18/6/2026).
Kamis malam Jumat, 18 Juni 2026, menjadi waktu yang tak akan dilupakan oleh para orang tua, guru, dan wisudawan. Prosesi Kirab Wisudawan dan Wisudawati malam itu sukses memukau ratusan pasang mata yang hadir, menciptakan atmosfer yang begitu menggetarkan jiwa.
Derap Langkah Syahdu di Bawah Alunan Gending Kebo Giro
Acara dimulai dengan anggun saat barisan pembawa bendera Merah Putih dan bendera Organisasi Otonom (Ortom)—yang dikomandoi oleh Althaf, Ghais, dan Cleo—mulai melangkah. Di belakang mereka, tampak Kepala Madrasah, Bapak Ma’in, S.HI., bersama Ibu Wali Kelas, Manis Budiwati, S.Ag., dan Dwi Ika N., S.Pd., serta jajaran bapak/ibu guru MI MULA berjalan tegap mendampingi anak-anak didik tercinta.
Suasana semakin magis ketika para wisudawan dan wisudawati mulai menginjakkan kaki di atas karpet merah yang bertabur pernak-pernik lampu hias. Derap langkah kaki yang teratur, berpadu sempurna dengan alunan syahdu gending Jawa Kebo Giro, membuat para hadirin merasa kagum.
Melihat anak-anak mereka berjalan dengan pakaian wisuda yang rapi, para orang tua tak mampu membendung rasa antusias sekaligus haru. Tepuk tangan bergemuruh menyambut kedatangan mereka, diiringi tetesan air mata bahagia dari mata para ibu dan ayah yang bangga melihat buah hati mereka kini telah tumbuh besar.
Pendidikan adalah Perjalanan Tanpa Akhir
Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda yang sakral. Sebanyak 31 siswa kelas 6 satu per satu diwisuda langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Ma’in, S.HI., dengan didampingi oleh Ibu Manis Budiwati, S.Ag. Dalam prosesi yang penuh khidmat tersebut, Kepala MI MULA memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati seluruh hadirin. Beliau mengingatkan bahwa momentum ini bukanlah garis finis bagi anak-anak.
“Wisuda ini bukan berarti akhir dari perjalanan pendidikan anak-anak kita. Justru ini adalah gerbang awal, karena sejatinya pendidikan itu adalah proses yang berkelanjutan tanpa akhir,” pungkas beliau dengan nada penuh harap.
Acara malam itu ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang dipenuhi pelukan hangat antara guru, orang tua, dan siswa. MI MULA malam itu tidak hanya melepas siswanya, tetapi juga melepas sekelompok generasi penerus bangsa yang siap menerangi masa depan.
Penulis: Manis Budiwati, S.Ag, Editor: Ma’in