Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Baitul Arqam sebagai Ajang Internalisasi Ideologi Muhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com- Sebanyak 116 Guru dan Karyawan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah se-Cabang Brondong antusias mengikuti Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong.

Acara Baitul Arqam ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) PCM Brondong pada Sabtu-Ahad (21-22/2/2026). Yang menggandeng MPKSDI Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan sebagai tim instruktur.

Ketua MPKSDI PCM Brondong, Heru Purnama dalam sambutannya menjelaskan tentang sejarah Baitul Arqam. Baitul Arqam adalah bentuk pembinaan ideologi dan kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah yang dikemas dalam model orientasi atau pelatihan.

Nama “Baitul Arqam” sendiri diambil dari sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, yaitu rumah sahabat Arqam bin Abi al-Arqam yang menjadi pusat pembinaan pertama bagi para sahabat di awal masa Islam.

Di hadapan para peserta, Ia juga menjelaskan maksud dan tujuannya Baitul Arqam ini diselenggarakan yakni untuk menyegarkan kembali pemahaman serta menyatukan pola pikir dan tindakan seluruh warga Muhammadiyah (pimpinan, anggota, maupun pegawai di Amal Usaha Muhammadiyah). Ini adalah upaya internalisasi nilai-nilai Islam sesuai dengan paham Muhammadiyah.

“Melalui Baitul Arqam ini, terjadi internalisasi ideologi Muhammadiyah pada Guru dan Karyawan Lembaga Muhammadiyah se-Cabang Brondong”, ujarnya.

Pemahaman Ideologi

Heru berharap melalui kegiatan Baitul Arqam ini dapat meningkatkan pemahaman tentang Manhaj Tarjih, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Kepribadian Muhammadiyah, serta Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH).

“Peserta Baitul Arqam dapat terjadi peningkatan pemahaman tentang ideologi Muhammadiyah hingga Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah”, harapnya.

Selain itu, ia juga menganggap penting bahwa kegiatan ini dapat membangun kesamaan sikap, langkah, dan cara pandang dalam menjalankan roda organisasi atau bekerja di instansi Muhammadiyah seperti sekolah.

Menutup kata sambutan, Ketua MPKSDI PCM Brondong, bahwa kegiatan Baitul Arqam ini akan ada tindak lanjut setelah pelatihan agar tumbuh rasa memiliki (sense of belonging) dan kesetiaan terhadap perjuangan persyarikatan. Menyiapkan kader-kader yang memiliki integritas, kompetensi, dan militansi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

Penulis: Amira, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Kukuhkan Ideologi Guru, MPKSDI PCM Brondong Gelar Baitul Arqam untuk 116 Pendidik

Next Post

Hakekat Puasa dalam Perspektif Kajian Sosiokultur Budaya Masyarakat Desa Paciran

Read next
0
Share