Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Prof. Dr. Syafiq Mughni Paparkan Implementasi Rasa Syukur

MuhammadiyahLamongan.com – Prof. Dr. H. Syafiq Mughni, MA ( Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ) menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar Ikatan Guru Bustanul Athfal Daerah Lamongan yang diselenggarakan pada hari Ahad, 27 April 2025.

Acara ini bertepatan dicabang Kedungpring sebagai tuan rumah . Kegiatan besar itu bertema” Sucikan Hati Jalin Sillaturrahmi Dengan Membangun Sinergi Saling Menguatkan Dan Memaafkan “.

Di acara itu beliau menyampaikan 3 hal kunci implementasi syukur kepada Allah SWT, yaitu :

1. Komitmen

Keterikatan kepada lembaga Muhammadiyah haruslah mempunyai niatan yang kokoh. Mengabdi dengan sepenuh hati bukan mengabdi separuh hati. Begitu ada peluang haruslah sat-set wat-wet, tangkap langsung tidak usah pikir panjang. Ibaratnya sekolah kita mau runtuh, maka kalau komitmen kita kuat maka akan mengatakan menjadi guru TK ABA walaupun keadaan sedemikian menyedihkan

2. Skil/ Ketrampilan
Bagaimana menjadi guru yang baik dengan menguasai ilmu/metode. Sangat tidak mungkin sekolah itu maju jika gurunya tidak mampu menggunakan media komunikasi/teknik informasi yang canggih.

Begitu juga pimpinan Aisyiyah yang mengurusi soal pendidikan tau bagaimana komunitas organisasinya, tau bagaimana berkomunikasi/memotivasi, menyelesaikan persoalan-peesoalan yang dihadapi lembaga pendidikan karena jika tidak memiliki skill di bidang itu akan terjadi skakmat di dalam lembaga yang akan menyebabkan kemunduran lembaga.

3. Wawasan dan Mindside
Jika berfikir kita luas, maka insyaAllah bisa melakukan banyak hal. Namun jika berfikir sempit akan menjadikan kemunduran. Sehingga kita harus banyak membaca, berdiskusi, dan belajar dari yang lain. Jangan malu belajar dari lembaga yang lebih maju dari kita sehingga kita memperoleh manfaat. Kata Ali Bin Abi Tholib ” Sesungguhnya hikma itu bisa menjadi barang yang hilang dari tangan orang-orang mukmin, maka ambilah di manapun kamu mendapat hikmah itu”

Di akhir kata beliau menyampaikan bahwa kualitas dan kuantitas sama-sama penting. Tapi kalau tidak bisa dua-duanya harus pilih salah satu, maka insyaAllah saya pilih kualitas lebih dari pada kuantitas karena di situlah kebesaran Muhammadiyah yang menjadi organisasi sosial keagamaan Islam terbesar di Indonesia.

Penulis Elis Nurhayati Editor Ghulamin Halim

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Hardiknas 2025: Momen Refleksi dan Semangat Baru Pendidikan di Perguruan Muhammadiyah Sidokelar

Next Post

IGABA Cabang Sugio Gelar Parenting Pendidikan, Tumbuhkan Generasi Anak Indonesia Hebat

Read next
0
Share