Muhammadiyah Lamongan.com – Ditengah kemarau panjang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Majelis Tabligh (MT) dan Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PWM Jatim. Warga Muhammadiyah dan umat Islam secara umum diimbau untuk menggelar Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan dari Allah Swt.
Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Munahar, menegaskan bahwa fenomena musim kemarau yang berkepanjangan ini membutuhkan penanganan menyeluruh,
“Mencermati kondisi musim kemarau panjang yang berdampak nyata pada kehidupan masyarakat di Jawa Timur, diperlukan ikhtiar bersama—baik secara lahiriah maupun spiritual. Ini adalah wujud nyata ketakwaan, kepedulian sosial, dan penghambaan kita yang seutuhnya kepada Allah Swt,” ujarnya
Pelaksanaan Salat Istisqa nantinya diharapkan merujuk pada pedoman resmi persyarikatan agar nilai syiar dan edukasi ibadahnya sampai ke tengah masyarakat.
Tata Cara Shalat Istisqa
Pada dasarnya, shalat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara yang menyerupai shalat ’Id. Perbedaan utamanya terletak pada isi khutbah, bacaan pembukanya, serta beberapa amalan yang dilakukan manakala khutbah tengah berlangsung.
Layaknya shalat ’Id, pada rakaat pertama disunnahkan melakukan tujuh kali takbir tambahan, sedangkan pada rakaat kedua sebanyak lima kali. Usai shalat, imam kemudian menyampaikan khutbah Istisqa.
Musim kemarau yang mengeringkan sumber-sumber air dan lahan pertanian di Jawa Timur dipandang sebagai momentum untuk bermuhasabah. Melalui gerakan Salat Istisqa yang terkoordinasi ini, Muhammadiyah Jawa Timur berharap ketundukan dan doa bersama seluruh jamaah
Penulis Ghulamin Halim Editor Bagus P.