MuhammadiyahLamongan.com – Semangat dan keceriaan mewarnai hari kedua Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 melalui lomba semaphore yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). Para Pandu Athfal tampak antusias mengikuti perlombaan yang menguji ketangkasan, ketelitian, konsentrasi, dan kemampuan berkomunikasi menggunakan isyarat bendera.
Lomba semaphore menjadi salah satu kegiatan menarik dalam rangkaian CPA 2026 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lamongan. Dalam perlombaan ini, peserta ditantang menerjemahkan dan menyampaikan pesan melalui gerakan bendera sesuai kode semaphore. Setiap gerakan membutuhkan ketepatan posisi tangan, pemahaman terhadap sandi, serta konsentrasi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan benar.
Suasana perlombaan berlangsung penuh semangat. Para peserta berusaha menampilkan gerakan bendera dengan cermat, sementara peserta lain dan para pendamping memberikan dukungan dari sekitar arena. Ketepatan dalam memperagakan setiap isyarat menjadi tantangan tersendiri bagi para Pandu Athfal. Mereka harus mengingat kode, menjaga fokus, dan memastikan setiap gerakan sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan.
Bagi para Pandu Athfal, lomba semaphore bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan. Kegiatan ini menjadi sarana belajar mengenal keterampilan kepanduan sekaligus melatih daya ingat, ketelitian, dan kemampuan memahami informasi. Melalui permainan yang edukatif, anak-anak diajak mengembangkan keterampilan komunikasi dengan cara yang menyenangkan.
Semaphore juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan dan kesabaran. Peserta perlu memahami setiap kode, memperhatikan urutan isyarat, serta memperagakan gerakan secara tepat. Pengalaman tersebut membantu menanamkan nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan, terutama tanggung jawab, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar.
Selain mengasah keterampilan, perlombaan ini turut menanamkan nilai sportivitas kepada para peserta. Mereka belajar mengikuti aturan, menghargai kemampuan regu lain, serta menerima hasil perlombaan dengan sikap positif. Keceriaan yang tercipta menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi generasi muda Muhammadiyah.
Ketua Kwarda HW Lamongan, M. Sande Ariawan, M.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan CPA 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi para Pandu Athfal. Melalui berbagai perlombaan, peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memperluas pengetahuan kepanduan, serta menumbuhkan karakter positif.
“Lomba semaphore bukan sekadar tentang ketepatan menggerakkan bendera, tetapi juga melatih konsentrasi, kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan berkomunikasi. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kepanduan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan sportivitas,” ujarnya.
Lomba semaphore menjadi salah satu bentuk kegiatan edukatif yang dikemas dalam suasana kompetisi yang menyenangkan. Melalui aktivitas tersebut, para Pandu Athfal diajak memahami bahwa keterampilan kepanduan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di alam terbuka, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi, memecahkan tantangan, dan menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
CPA 2026 diselenggarakan Kwarda HW Lamongan selama tiga hari, Jumat–Ahad (23–25/10/2026), dengan pusat kegiatan perkemahan di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini diikuti ribuan Pandu Athfal dengan mengusung tema “Dengan Semangat Pandu Athfal, Raih Keceriaan dan Tumbuhkan Kepemimpinan”. (*)
Penulis : Fathan Faris Saputro