MuhammadiyahLamongan.com – Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) gelar Rapat Ekslusif bahas tata kelola perguruan tinggi melalui pergantian rektor yang tertib, pengawasan aktif Badan Pembina Harian (BPH), dan evaluasi pembangunan Kampus 2 secara terencana. Acara berlangsung di ruang rapat kampus ITBAD Lamongan, Jumat (6/2/2026)
Pergantian rektor di ITBADLA Lamongan dilaksanakan sesuai masa jabatan dan mekanisme organisasi. Proses ini menjadi bagian dari sistem kelembagaan untuk menjaga kesinambungan kebijakan, stabilitas institusi, dan keberlanjutan program strategis.
BPH berperan mengawal transisi kepemimpinan agar seluruh agenda institusi berjalan sesuai rencana. Langkah ini memastikan program akademik berkesinambungan, fasilitas kampus siap digunakan, dan stabilitas kelembagaan tetap terjaga
Ketua BPH ITBADLA Lamongan, H. Subagio, S.E., menekankan pentingnya mekanisme ini. “Pergantian rektor menjadi sarana untuk menjaga arah kebijakan dan penguatan tata kelola ITBADLA. BPH memastikan proses transisi berlangsung tertib dan program strategis kampus tetap berlanjut,” ujarnya.
Di tengah pergantian kepemimpinan, jajaran rektorat memastikan kegiatan akademik dan layanan mahasiswa tetap lancar. Proses perkuliahan, administrasi, dan aktivitas akademik lainnya berjalan normal sehingga stabilitas operasional kampus terjaga.
Rektor ITBADLA Lamongan, Dr. Hj. Mu’ah, M.M., M.Pd., menekankan bahwa transisi kepemimpinan yang kondusif menjadi fondasi penguatan institusi,
“Transisi harus menjamin seluruh agenda kampus tetap terarah dan berkelanjutan. Fokus utama saat ini adalah pengawalan pembangunan Kampus 2 agar mendukung kebutuhan akademik dan pengembangan institusi secara menyeluruh,” katanya.
Pembangunan Kampus 2 menjadi prioritas strategis untuk memperluas kapasitas layanan pendidikan, mendukung pertumbuhan program studi, dan meningkatkan kualitas sarana pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh rektorat bersama tim teknis, dengan fokus pada capaian fisik, kesesuaian spesifikasi, ketepatan jadwal, dan keterpaduan fasilitas dengan kebutuhan akademik.
BPH juga terlibat dalam pengawasan teknis pembangunan untuk memastikan setiap tahap konstruksi sesuai standar mutu dan target. Hasil evaluasi menunjukkan pembangunan Kampus 2 berjalan sesuai rencana. Pengawalan berkelanjutan dilakukan agar kualitas konstruksi dan kesiapan fasilitas optimal sebelum difungsikan.
Dengan pergantian rektor yang tertib, pengawasan BPH, dan evaluasi pembangunan Kampus 2 yang sistematis, ITBADLA Lamongan memperkuat fondasi kelembagaan dan infrastruktur pendidikan.
Langkah ini memastikan program akademik berkesinambungan, fasilitas kampus siap mendukung proses belajar-mengajar, dan institusi mempertahankan profesionalisme serta daya saing. Strategi ini menegaskan peran ITBADLA dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan dunia kerja.
Penulis Yudi Adi Nugroho Editor Lim