MuhammadiyahLamongan.com – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 06 Brondong menggelar Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 selama tiga hari, 14–16 Juli 2026, dengan melibatkan 52 murid baru kelas I dan para wali murid dalam berbagai kegiatan kreatif dan edukatif untuk menumbuhkan kemandirian serta memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga.
Suasana halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong tampak semarak sejak hari pertama pelaksanaan MATAMUDA. Kegiatan tahunan ini dipandu oleh Tim MATAMUDA yang terdiri atas Iin, Ida, dan Zaki, serta didukung seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah.
Tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi murid baru, MATAMUDA tahun ini juga menghadirkan ruang partisipasi aktif bagi orang tua.
Fashion show cita-cita
Pada hari pertama, para wali murid mendapat tantangan membuat topi dan kostum yang menggambarkan cita-cita anak mereka. Beragam kostum disiapkan dengan penuh kreativitas, mulai dari dokter, guru, polisi, tentara, arsitek, hingga sarjana.
Karya tersebut kemudian ditampilkan dalam fashion show pada hari kedua, Rabu (15/7/2026). Dengan percaya diri, murid-murid berjalan di panggung mini sambil memperagakan kostum sesuai profesi impian mereka.
Kegiatan ini disambut antusias oleh orang tua maupun guru karena dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus menjadi bentuk dukungan keluarga terhadap impian mereka.
Permainan untuk mempererat hubungan orang tua
Masih pada hari kedua, Tim MATAMUDA mengajak para wali murid mengikuti berbagai permainan edukatif untuk membangun kekompakan dan keakraban.
Dipandu oleh Zaki, Iin, dan Aini, halaman sekolah dipenuhi tawa dan sorak-sorai para peserta. Permainan dirancang untuk mempererat hubungan antarorang tua sejak awal masa sekolah anak-anak mereka.
“Kami berharap seluruh wali murid dapat semakin erat tali kekeluargaannya, kompak, dan bersinergi mendukung program-program madrasah ke depan,” ujar Iin di sela kegiatan.
Melatih kemandirian sejak dini
Sementara itu, murid baru mengikuti kegiatan pengenalan sekolah dan pelatihan keterampilan hidup sehari-hari bersama Widya, Rani, dan Ida.
Anak-anak diajak mengenal logo sekolah melalui permainan puzzle, menyiapkan buku pelajaran, memasukkan perlengkapan ke dalam tas dengan rapi, serta belajar melipat pakaian sendiri.
“Melalui pembiasaan ini, kami ingin anak-anak tumbuh lebih mandiri dalam menyiapkan kebutuhan sekolah dan memiliki kecakapan hidup dasar sejak dini,” kata Ida.
Fondasi kolaborasi sekolah dan keluarga
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Meski padat, para wali murid tetap mendampingi anak-anak hingga akhir kegiatan.
Bagi MIM 06 Brondong, MATAMUDA bukan sekadar seremoni penyambutan murid baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dengan suasana yang hangat dan partisipatif, madrasah berharap pengalaman pertama di sekolah dapat meninggalkan kesan positif sekaligus menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. (*)
Penulis : Devia Inka Puspa Aishwara | Editor : Fathan Faris Saputro