MuhammadiyahLamongan.com – Kemeriahan Musyawarah Ranting (Musyran) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-8 semakin bertambah dengan diselenggarakannya pawai taaruf berhadiah tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan musyawarah ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-8 Ngesong yang telah dilangsungkan sehari sebelumnya.
Pawai taaruf yang diadakan oleh panitia musyran ini berhasil menyedot perhatian dan antusiasme seluruh warga Ngesong. Pada hari Sabtu, 21 Juli 2023, sejak pagi warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta para siswa-siswi dan wali murid perguruan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah berkumpul untuk mengikuti acara pawai taaruf yang diadakan di kawasan Ngesong.
Abdul Qoyum, selaku panitia Musyran, menyampaikan bahwa pawai taaruf ini menjadi salah satu cara untuk memeriahkan acara Musyran ke-8. Para peserta pawai taaruf berjumlah 230 orang, yang berjalan dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Semua peserta dengan gembira ikut serta berpartisipasi menyemarakaan musyran dengan pawai taaruf ini.
Tak hanya itu, kemeriahan pawai taaruf semakin terasa dengan hadirnya group tongklek lokal, “Mudho Joyo” Ngesong, yang memainkan alunan musik yang merdu dan menghibur para peserta dan penonton yang turut menyaksikan acara ini. Seluruh kawasan Ngesong diramaikan oleh semangat kebersamaan dan kegembiraan dari warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, serta masyarakat setempat yang menyaksikan pawai taaruf ini.
Sesampainya di rute finish, peserta pawai taaruf dengan sabar menanti undian berhadiah yang telah disiapkan oleh panitia. Setelah menempuh perjalanan yang penuh makna dan haru biru, momen undian tersebut menjadi pengalaman yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta. Berbagai hadiah menarik seperti beras dan beragam hadiah lainnya telah disiapkan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih dari panitia kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam menyemarakkan acara pawai taaruf ini.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, pawai taaruf berhadiah ini juga menjadi sarana bagi peserta dan warga Ngesong untuk mengabadikan momen berharga dengan mengambil foto dan video menggunakan ponsel pribadi mereka. Melalui berbagai media sosial, momen kegembiraan tersebut diabadikan sebagai kenang-kenangan dan menjadi saksi bisu akan kebersamaan warga Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan masyarakat Ngesong. (*)
Reporter Ma’in. Editor Fathan Faris Saputro.