MuhammadiyahLamongan.com- Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berhasil melaksanakan kegiatan pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (8/11/2025) di Gedung Pertemuan KPUD Minatani Brondong.
Pengabdian ini bekerja sama dengan UMKM DM Seafood yang terletak di Kelurahan Blimbing, Kabupaten Lamongan. Kegiatan pelatihan ini mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang merupakan bagian dari program Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2025.
Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Pelatihan Penerapan Teknologi Penyimpanan Cerdas dan Ramah Lingkungan untuk Kualitas Bahan Baku UMKM DM Seafood”.Pelatihan ini dihadiri oleh pemilik DM Seafood serta 10 karyawan yang terlibat dalam operasional sehari-hari usaha tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola bahan baku secara lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, Suyitno, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan UMKM yang semakin berkembang,
“Penerapan teknologi penyimpanan yang tepat dan ramah lingkungan akan membantu UMKM DM Seafood dalam mempertahankan kualitas bahan baku, memperpanjang masa simpan, serta mengurangi pemborosan,” ujarnya.
Suyitno menambahkan, bahwa selain memberikan pelatihan teknis terkait penyimpanan bahan baku, pihaknya juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi UMKM, khususnya di sektor perikanan dan pengolahan makanan, agar dapat bersaing di pasar yang semakin ketat. Dengan demikian, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Lamongan.
Pelatihan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan, yaitu Ardista Dwi Elsania dan Silvi Aulia Putri, yang turut serta dalam proses pelaksanaan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen UMLA dalam mendorong peran serta generasi muda dalam pemberdayaan masyarakat.
Ardista dan Silvi, sebagai bagian dari tim, aktif memberikan bimbingan kepada peserta pelatihan, membantu mereka memahami dan mempraktekkan teknologi penyimpanan yang disarankan.
Selain itu, Mahasiswa juga memberikan dukungan dalam dokumentasi dan evaluasi kegiatan, sehingga memberikan pengalaman praktis dalam dunia kerja. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengusaha lokal yang terlibat dalam industri perikanan, serta mendapatkan pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi oleh UMKM. Melalui kerjasama ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan sosial dan profesional.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah penerapan teknologi penyimpanan cerdas yang ramah lingkungan. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan pengawet kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.
Selain itu, peserta juga diajarkan tentang sistem pendinginan yang lebih efisien, pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, serta cara-cara untuk meminimalkan kerugian bahan baku akibat penyimpanan yang tidak tepat.
Dimas Agil Saputra, pemilik DM Seafood, sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat membantu usaha yang ia kelola untuk meningkatkan efisiensi operasional,
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari UMLA dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang memberikan kesempatan bagi kami untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan,” ujar Dimas.
Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak lepas dari kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Lamongan, UMKM DM Seafood, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui pendanaan yang diterima, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak langsung bagi perkembangan UMKM di wilayah Lamongan. Kegiatan ini menjadi model bagi pengabdian masyarakat lainnya, yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga solusi konkret untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Kegiatan pelatihan ini bukan hanya sebuah bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan pada UMKM di Kabupaten Lamongan.
Kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah. Dengan semangat bersama, keberhasilan seperti ini dapat diperluas dan dikembangkan di banyak sektor lainnya.
Penulis Vina Indriani, Editor Ma’in