MuhammadiyahLamongan.com- Di bawah rindangnya pohon cemara dan semilir angin pantai, semangat para Pemuda Masjid Al-Hidayah tetap membara. Setelah sesi pertama di Masjid Supangat Tuban, kegiatan Rapat Kerja (Raker) Pemuda Masjid Al-Hidayah berlanjut di Pantai Cemara Tuban dengan agenda Pleno II, yakni sidang komisi untuk memperkuat dan memantapkan pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan sebelumnya. Acara berlangsung pada Ahad (9/11/2025).
Pleno II ini dibagi menjadi tiga komisi besar, masing-masing dengan fokus gerakan yang telah berjalan dan siap dimaksimalkan secara lebih profesional.
Komisi pertama membahas Gerak SIKMA (Gerakan Syi’ar Islam Kreatif Pemuda Masjid Al-Hidayah). Komisi ini berperan dalam merancang kegiatan dakwah yang kreatif dan relevan dengan generasi muda masa kini. Beragam kegiatan seperti kajian interaktif, konten dakwah digital, hingga kegiatan sosial keagamaan dikembangkan agar semangat syiar Islam terus hidup di tengah masyarakat.
Komisi kedua memperkuat Gerak GEMMA (Gerakan Ekonomi Mandiri Pemuda Masjid Al-Hidayah). Komisi ini menitikberatkan pada peningkatan pemberdayaan ekonomi, seperti usaha-usaha ekonomi kreatif yang sudah dimiliki. Melalui gerakan ini, para pemuda diarahkan untuk lebih mandiri dan berperan aktif dalam membangun ekonomi umat di lingkungan masjid.
Sementara itu, komisi ketiga menata langkah Gerak PRIMA (Gerakan Pegiat Olahraga dan Seni Pemuda Masjid Al-Hidayah). Komisi ini menjadi wadah bagi pemuda untuk menyalurkan bakat dalam bidang olahraga dan seni, serta mempererat ukhuwah melalui kegiatan positif dan membangun kebersamaan.
Pleno II ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan momentum memperteguh semangat dan profesionalisme dalam menjalankan amanah gerakan dakwah. Di tengah suasana pantai yang menenangkan, setiap peserta meneguhkan tekad untuk melaksanakan program dengan lebih terarah, terukur, dan penuh tanggung jawab.
Semangat “Bersatu dalam Cita, Bergerak dalam Karya” terasa kuat di setiap komisi. Dari Pantai Cemara Tuban, Pemuda Masjid Al-Hidayah membawa pulang energi baru bukan untuk merancang, tetapi untuk bergerak lebih nyata dan profesional dalam mewujudkan masjid yang aktif, produktif, dan memakmurkan umat.
Penulis: Zikiyama, Editor: Ma’in