MuhammadiyahLamongan.com – Halaman Mushala Al Huda, Dusun Ngesong, Kecamatan Brondong, Lamongan, dipenuhi suasana khidmat dan haru pada Kamis (25/6/2026) malam. Ratusan warga menghadiri Pengajian Akbar dan Akhirussanah TPA Al Huda 053 serta Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Awwaliyah Manarul Iman Muhammadiyah Ngesong, sebuah momentum syukur atas tuntasnya pendidikan para santri sekaligus penguatan tradisi pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara lembaga pendidikan, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, para donatur, serta warga yang selama ini mendukung keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di Mushala Al Huda.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan tartil Al-Qur’an, drama, dan nasyid yang dibawakan para santri. Penampilan itu mendapat sambutan hangat dari para hadirin yang mengikuti acara dengan antusias hingga selesai.
Suasana semakin syahdu ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Zayyana Thiflu Dzakiyah, putri Muhammad Zuhri dan Khumaidah. Santri MDT tersebut dikenal sebagai salah satu santri berprestasi yang telah meraih penghargaan dalam sejumlah ajang Tahfiz Al-Qur’an. Lantunan ayat suci yang dibacakannya semakin menguatkan nuansa religius sepanjang acara.
Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda akhirussanah yang diikuti 11 santri. Diiringi lantunan nasyid, para santri menerima ijazah dan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan mereka dalam mempelajari Al-Qur’an. Momen tersebut menghadirkan rasa bangga sekaligus haru bagi para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di TPA maupun madrasah diniyah.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Kepala TPA Al Huda 053, Ustadzah Sri Istiyah, S.Pd.I., bersama Kepala MDT Awwaliyah Manarul Iman Muhammadiyah Ngesong, Ustadz Nasih Ulwan, S.Pd.I. Berkat kolaborasi panitia, guru, wali santri, dan masyarakat, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Nasih Ulwan menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan awal perjalanan untuk terus memperdalam pemahaman agama.
“Setelah diwisuda bukan berarti selesai belajar. Justru ini menjadi awal untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Tetaplah dekat dengan Al-Qur’an, membacanya, mempelajarinya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua agar terus mendampingi pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan lembaga, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Kepala Dusun Ngesong. Ia mengajak seluruh warga menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di Mushala Al Huda yang lebih akrab dikenal masyarakat sebagai Langgar Tengah.
Langgar Tengah, Jejak Pendidikan Al-Qur’an Lintas Generasi
Menurut Kepala Dusun, Langgar Tengah memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan keagamaan di Dusun Ngesong. Selama puluhan tahun, mushala tersebut menjadi tempat anak-anak belajar membaca Al-Qur’an dan mendalami ilmu agama.
“Dari tempat inilah banyak anak mengenal huruf hijaiyah, belajar membaca Al-Qur’an, memahami ilmu agama, bahkan ada yang berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an. Langgar Tengah menjadi saksi lahirnya generasi-generasi Qurani di kampung ini,” tuturnya.
Kenangan serupa disampaikan Ahmad Farid Asyhadi, S.Ag., mantan Kepala TPA Al Huda 053 sekaligus MDT Awwaliyah Manarul Iman Muhammadiyah Ngesong. Ia mengaku terharu melihat semangat pendidikan Al-Qur’an yang tetap terjaga hingga sekarang.
“Langgar Tengah dahulu menjadi tempat kami belajar mengaji. Alhamdulillah hingga kini tetap eksis dan terus menjadi pusat pendidikan agama bagi anak-anak Ngesong. Ini adalah nikmat yang patut disyukuri bersama,” katanya.
Hal senada diungkapkan Abdul Malik Kartono, mantan guru Langgar Tengah yang kini menjabat Ketua RT 03 Dusun Ngesong.
“Melihat Langgar Tengah tetap ramai dengan kegiatan mengaji menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan berkembang pada generasi berikutnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Pengajian Akbar yang disampaikan Ustadz Mubarroq, S.IP., M.Pd., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan bekal utama untuk kehidupan dunia dan akhirat. Ia mengutip syair ulama tentang enam syarat meraih ilmu, yakni kecerdasan, semangat yang kuat, kesabaran, dukungan biaya, bimbingan guru, dan waktu yang panjang.
Mubarroq juga mengingatkan para wali santri agar terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan terus mengalir.
“Anak yang dekat dengan Al-Qur’an akan menjadi kebanggaan orang tua. Karena itu, dampingi mereka dengan sabar dan terus dukung proses pendidikannya,” pesannya.
Acara ditutup dengan pengumuman peringkat santri serta penyerahan hadiah kepada santri berprestasi. Tepuk tangan para hadirin mengiringi para penerima penghargaan, menutup malam yang sarat rasa syukur dan kebanggaan.
Melalui Pengajian Akbar dan Akhirussanah ini, masyarakat Ngesong kembali meneguhkan komitmennya menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an. Dari Langgar Tengah yang sederhana, cahaya ilmu terus dipancarkan untuk menerangi generasi demi generasi agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mencintai Al-Qur’an. (*)
Penulis : Ahmad Farid | Editor : Fathan Faris Saputro