MuhammadiyahLamongan.com- Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) menggelar Seminar Digital dan Turba PWNA Jawa Timur pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan dengan tema “Akselerasi Bisnis Perempuan Muda Strategi go Digital dan Optimalisasi Pendapatan dan Marketplace”.
Kegiatan ini dihadiri oleh 99 persen dari pimpinan cabang dan pimpinan ranting se-Kabupaten Lamongan. Ibunda dari PDA Lamongan dan Ayahanda PDM Lamongan hadir sebagai tamu undangan serta tamu istimewa dari PWNA Jawa Timur yaitu Ayunda Hadiatul, S.H, M.H dan Elok Dwi Kusumaningtyas, SHI. serta Kak Suprayetno sebagai pemateri.
Suprayetno memaparkan tantangan-tantangan dalam berbisnis lewat digital diantarnya adalah gaptek (gagap teknologi), mager (males gerak), merasa miskin ide atau gagasan, keinginan segera melejet, minim bahkan tidak ada modal, serta segudang tantangan yang masih belum disebutkan.
Akan tetapi Wikipedia di tahun 2019 itu 21 persen dari penduduk Indonesia atau sekitar 60 juta itu Muhammadiyah.
“Tidak hanya salat yang berjamaah, ekonomi pun harus berjamaah” katanya sambil tersenyum menyemangati para peserta saat itu.
Untuk itu Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkemajuan membentuk SUMU (Serikat Usaha Muhammadiyah), dengan tujuan supaya bisa mengakses pasar dengan luas. Dengan Jaga laba sebagai Market placenya yang operasionalnya efisien, dengan biaya promosi yang rendah, fleksibel, serta proses yang cepat.
Dengan adanya seminar digital ini Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah berharap para pebisnis perempuan muda khusunya para kader Nasyiatul Aisyiyah Lamongan mampu mengakselerasi bisnis usahanya serta mengoptimalkan pendapatan melalui strategi digital marketplace.
penulis: Elis Nurhayati, Editor: Ma’in