Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

UMDC UMLA Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana kepada Murid SD Muhammadiyah 1 Turi

MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 10 relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Disaster and Emergency (UKM UMDC) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mengajak murid SD Muhammadiyah 1 Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, belajar mengenali risiko bencana dan mempraktikkan penyelamatan diri melalui simulasi gempa bumi, Kamis (8/10/2026). Kegiatan bertajuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini bertujuan menumbuhkan kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut diikuti murid kelas I hingga V. Para relawan UMDC UMLA menyampaikan materi kebencanaan sekaligus mendampingi murid dalam rangkaian edukasi dan praktik kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, murid diperkenalkan dengan berbagai potensi bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, serta peran warga sekolah ketika menghadapi situasi darurat. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu murid memahami pentingnya bersikap tenang dan mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.

Tiga Materi untuk Membangun Kesiapsiagaan

Dalam sesi pertama, relawan UMDC UMLA menyampaikan tiga materi utama. Materi pertama, Mengenal Bencana, mengajak murid memahami pengertian bencana, jenis-jenis bencana, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Materi kedua, Mengenal Gempa dan Pengantar Simulasi Gempa, membahas pengetahuan dasar tentang gempa bumi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi guncangan. Murid diperkenalkan dengan pentingnya melindungi diri, tetap tenang, serta mengikuti arahan guru dan petugas selama keadaan darurat.

Adapun materi ketiga, Peran Warga Sekolah saat Bencana, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman. Murid, guru, dan kepala sekolah memiliki peran masing-masing dalam mendukung upaya penyelamatan diri serta menjaga keselamatan bersama.

Penyampaian materi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan usia dan tingkat pemahaman murid. Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan kebencanaan diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi penyampaian materi berakhir pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan sebelum memasuki sesi simulasi gempa bumi pada pukul 12.00–12.30 WIB.

Murid Praktik Penyelamatan Diri melalui Simulasi Gempa

Dalam sesi simulasi, murid mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi gempa bumi. Praktik ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk menerapkan pengetahuan yang sebelumnya disampaikan oleh para relawan.

Guru dan kepala sekolah juga turut berpartisipasi dalam simulasi tersebut. Keterlibatan seluruh warga sekolah menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi yang baik.

Melalui praktik langsung, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoretis, tetapi juga belajar memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat. Latihan ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan tanggap bencana sejak dini.

Guru SD Muhammadiyah 1 Turi, Muzaki, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan SPAB yang melibatkan murid dan tenaga pendidik tersebut. Menurut dia, edukasi kebencanaan memberikan manfaat karena murid memperoleh pengetahuan sekaligus kesempatan mempraktikkan cara menyelamatkan diri.

“Alhamdulillah, kami menyambut baik kegiatan SPAB yang dilaksanakan bersama UMDC UMLA. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bencana, tetapi juga belajar mempraktikkan cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi. Harapannya, melalui kegiatan ini, siswa semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, tidak panik saat menghadapi situasi darurat, serta mampu mengikuti arahan guru dengan baik. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar budaya sadar bencana tumbuh sejak dini di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan SPAB di SD Muhammadiyah 1 Turi ditutup dengan penutupan bersama dan sesi foto antara relawan UMDC UMLA, murid, guru, serta kepala sekolah.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran kebencanaan di lingkungan pendidikan. Pengenalan risiko dan latihan kesiapsiagaan sejak usia sekolah dasar diharapkan membantu murid mengenali potensi bahaya serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi antara UMDC UMLA dan SD Muhammadiyah 1 Turi juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperluas edukasi kebencanaan. Melalui kegiatan yang memadukan penyampaian materi dan praktik langsung, pengetahuan tentang keselamatan dapat ditanamkan secara lebih konkret kepada murid.

Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dengan edukasi yang berkelanjutan, budaya aman bencana diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian seluruh warga sekolah. (*)

Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Bekali Nilai Islami dan Karakter Kerja, RSML Gelar Orientasi AIK Bagi Peserta MagangHub Batch 2

Next Post

Class Meeting MTs Mutif Brondong Diikuti 121 Murid, Padukan Olahraga dan Penguatan Karakter

Read next
0
Share