MuhammadiyahLamongan.com –Hizbul Wathan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar acara kegiatan Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP). Acara ini berlangsung di Auditorium MA Muhammadiyah 9 Lamongan dengan diikuti oleh 67 peserta. Sabtu (18/1/2025)
Rakanda M. Sutaqwim Izul Sutaqwa, pembina Hizbul Wathan Al Mizan Al Mizan, Dalam penyampaiannya menjelaskan secara santai dan interaktif tentang perbedaan antara seragam dan atribut dalam Hizbul Wathan. Penjelasan ini mempermudah peserta memahami konsep dan makna di balik setiap elemen yang digunakan oleh seorang pandu. “Seragam adalah pakaian resmi anggota pandu, yang desain, corak, dan tata cara pemakaiannya ditentukan oleh Kwartir Pusat,” ujar Rakanda Taqwim.
Ia menjelaskan elemen seragam seperti baju/blus, celana, jilbab, penutup kepala, setangan leher, ikat pinggang, hingga kaos kaki dan sepatu. Di sisi lain, atribut adalah tanda-tanda yang melekat pada seragam. Atribut mencakup tanda umum, tanda satuan, tanda jabatan, tanda kecakapan, hingga tanda penghargaan. “Setiap tanda pada atribut memiliki arti khusus yang menunjukkan identitas dan prestasi seorang pandu,” tambahnya.
Rakanda Taqwim tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi dengan memberikan sejumlah pertanyaan. Metode interaktif ini membuat suasana pembelajaran lebih menyenangkan dan peserta lebih aktif.
Salah satu peserta menyampaikan, “Dengan penjelasan yang santai dan interaktif, kami jadi lebih paham tentang arti penting seragam dan atribut dalam Hizbul Wathan.”
Rakanda Taqwim berharap para peserta tidak hanya memahami perbedaan seragam dan atribut, tetapi juga mampu menghargai arti dari setiap tanda yang dikenakan. “Seragam dan atribut bukan hanya identitas, tetapi juga simbol tanggung jawab dan prestasi seorang pandu,” tegasnya.
Melalui materi ini, peserta LKP 2025 diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman mereka tentang seragam dan atribut sebagai bagian penting dari perjalanan mereka dalam Hizbul Wathan.
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Ghulamin Halim