Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Pelatihan Jamur Berbasis Praktik, SMA Muhammadiyah 11 Laren Perkuat Ketahanan Pangan Sekolah

MuhammadiyahLamongan.com – SMA Muhammadiyah 11 Laren menggelar pelatihan ketahanan pangan yang difokuskan pada praktik langsung budidaya jamur, Ahad (14/12/2025). Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Isnawati, M.Si, dan menjadi bagian dari upaya penguatan sekolah sebagai sentra ketahanan pangan berbasis pembelajaran lapangan.

Sejak awal kegiatan, peserta langsung diarahkan menuju area budidaya jamur milik sekolah. Prof. Isnawati membimbing peserta mengenali kondisi kumbung jamur, mulai dari kebersihan lingkungan, sirkulasi udara, hingga tingkat kelembapan ruang yang menjadi faktor utama keberhasilan budidaya jamur.

Fokus utama pelatihan terletak pada praktik penyiapan media tanam. Prof. Isnawati memimpin langsung proses pencampuran bahan media dengan komposisi yang telah ditentukan, yakni grejen kayu 79 persen, bekatul padi 15 persen, tepung jagung 5 persen, dan kapur aktif 1 persen. Peserta dilibatkan secara aktif dalam proses penakaran dan pencampuran hingga media benar-benar merata dan siap digunakan.

Dalam praktik tersebut, Prof. Isnawati menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi pada setiap tahapan. Menurutnya, kesalahan kecil dalam komposisi maupun proses pencampuran dapat berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan miselium dan hasil panen jamur.

Setelah media siap, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengisian media ke dalam baglog. Prof. Isnawati memperagakan teknik pengisian yang benar, yakni tidak terlalu padat agar sirkulasi udara tetap terjaga. Peserta kemudian mempraktikkan sendiri proses tersebut di bawah pendampingan langsung di lapangan.

Tahap berikutnya adalah penataan baglog di dalam kumbung jamur. Peserta dibimbing menyusun baglog dengan jarak yang tepat, sekaligus mempraktikkan teknik penyiraman untuk menjaga kelembapan. Prof. Isnawati juga menjelaskan ciri-ciri baglog yang sehat serta tanda awal pertumbuhan jamur yang optimal.

Kepala SMA Muhammadiyah 11 Laren, Khumaidah, S.Si., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan berbasis praktik ini sangat relevan dengan program unggulan sekolah. “Pelatihan ini memberikan pengalaman nyata bagi guru dan siswa. Budidaya jamur sudah menjadi bagian dari budaya kewirausahaan di sekolah kami, sehingga praktik langsung seperti ini sangat membantu meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil pelatihan diharapkan dapat memperkuat kemandirian sekolah sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi siswa setelah lulus. “Kami berharap apa yang dipelajari hari ini dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat nyata, baik bagi sekolah maupun masyarakat,” katanya.

Pelatihan ini sepenuhnya dilaksanakan dalam bentuk praktik lapangan. Peserta belajar melalui proses mengamati, menirukan, dan melakukan langsung setiap tahapan budidaya jamur. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dan mudah diterapkan secara mandiri.

Melalui pelatihan budidaya jamur berbasis praktik bersama Prof. Isnawati, SMA Muhammadiyah 11 Laren kian meneguhkan perannya sebagai sekolah sentra ketahanan pangan yang aktif, produktif, serta berorientasi pada kemandirian dan kewirausahaan berkelanjutan. (*)

Penulis Helmi Rohmanto. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Sinergi Kesehatan Prognas RSML dan RSMKL Hadir di Klinik Muhammadiyah Solokuro

Next Post

Inilah Para Juara Open House: Motivasi untuk Terus Eksplorasi Potensi Siswa

Read next
0
Share