MuhammadiyahLamongan.com – Siswa Kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Babat menampilkan hasil kreativitas mereka dalam Gelar Karya bertema Harmoni Seni dan Kreativitas dalam Warna Kurikulum Merdeka, Sabtu (1/2/2025). Acara ini menjadi puncak dari program pengembangan keterampilan yang mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Koordinator fasilitator Kelas XII, Ummu Mahmudah, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membentuk siswa yang kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. “Kami ingin membekali mereka dengan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha di masa depan,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata dari program ini, siswa berkreasi membuat kostum karnaval yang megah. Pemateri pelatihan, Isa Anshori, menjelaskan bahwa proses pembuatan kostum ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan. “Dalam waktu tersebut, siswa belajar mulai dari teori, pemilihan konsep karakter, pemotongan bahan baku, pengecatan, perakitan bagian-bagian, hingga pemasangan aksesori,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam desain kostum serta membuka peluang karier di bidang industri kreatif.
Kombinasi Seni, Kreativitas, dan Peluang Ekonomi
Kepala SMAM 1 Babat, Agus Al Chusairi, menjelaskan bahwa pemilihan kostum karnaval sebagai proyek utama memiliki tujuan yang lebih luas. “Ini adalah kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan kreatif sekaligus mempromosikan budaya dan tradisi. Selain itu, kostum karnaval memiliki nilai seni dan estetika yang tinggi serta berpotensi memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya,” paparnya.
Karya para siswa pun tidak lepas dari perjuangan keras. Ahmad Fauzi Zahid, siswa Kelas XII-2, yang berhasil menyabet Juara 1 dalam proyek pengembangan keterampilan ini, menceritakan bagaimana mereka harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan proyek tersebut. “Kami sering lembur sepulang sekolah, bahkan saat liburan. Semua itu kami lakukan demi hasil yang maksimal,” katanya.
Seperti falsafah usaha tak mengkhianati proses, jerih payah mereka akhirnya terbayar. Kostum karnaval yang ditampilkan dalam Gelar Karya memukau para pengunjung dengan desain unik dan detail mengagumkan, bak sebuah karya dalam festival karnaval.
Program ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam Kurikulum Merdeka dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. (*)
Reporter Aminulloh Fatkhur Roziqi. Editor Fathan Faris Saputro.