Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Perlunya Menahan Bicara dan Memperkuat Eksistensi Keagamaan

MuhammadiyahLamongan.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan menggelar Rapat Kwartir Daerah (Ratirda) dan Kajian Jelang Ramadan. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan diri menyongsong bulan suci Ramadan yang akan segera tiba. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, (9/3/2024), bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.

Ketua Kwarda HW Lamongan, Yusup Ismail, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya persiapan dalam menghadapi Ramadan sebagai pandu HW. “Kami minta bekal menyongsong dalam menghadapi Ramadan sebagai pandu HW,” ujarnya, menekankan perlunya kesiapan dan kesadaran.

Acara tersebut juga diisi dengan pemaparan kajian dari narasumber Dr. Piet Hizbullah Khaidir, MA, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, menjadi narasumber yang memberikan wawasan tentang prinsip-prinsip masyarakat Madani. Beliau menyoroti kemajuan masyarakat dalam berbagai konteks, termasuk masyarakat di negara-negara seperti Arab Saudi, Arab Teluk, dan Iran. Prinsip masyarakat Madani tersebut menjadi landasan dalam menjalankan aktivitas keorganisasian dan keagamaan di tengah masyarakat.

Mendekati bulan Ramadan, slogan HW, yaitu “sedikit bicara banyak bekerja,” diangkat sebagai pedoman dalam menjalani ibadah puasa. Beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga perilaku dan tindakan saat berpuasa, terutama dalam konteks penggunaan (berbicara) di media sosial yang sering kali menjadi penyebab perselisihan. “Puasa untuk menahan, di era sosial media ini penting sekali menahan bicara atau nafsu untuk bersosial media yang mengakibatkan perselisihan di dunia maya,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau juga menekankan bahwa bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat esensi keagamaan serta eksistensial. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi besar juga harus diikuti dengan sistem yang matang, termasuk dalam hal pendataan kader. Oleh karena itu, pendataan seluruh pandu HW dianggap perlu untuk memperkuat eksistensi organisasi, serta bergerak dalam kepanduan Hizbul Wathan harus dipenuhi dengan eksistensi bukan hanya esensi saja.

Ratirda dan Kajian Jelang Ramadan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para pandu HW Lamongan dalam menghadapi bulan suci Ramadan. Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pandu HW, diharapkan kegiatan keagamaan dan keorganisasian dapat berjalan dengan baik dan memberi dampak positif bagi masyarakat. (*)

Reporter Fathan Faris Saputro. Editor Moch Muzaki.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Lima Kepala Sekolah Dikukuhkan Oleh Dikdasmen Wilayah di PDM Lamongan

Next Post

Dimas Julian Arman Pimpin PD IPM Lamongan, Gagas Gerakan Pelajar Cendekia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share