MuhammadiyahLamongan.com – Hari kedua Baitul Arqom Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Turi periode 2022-2027, yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (20-2/7/2024), berakhir dengan membawa kebahagiaan tersendiri bagi peserta. Peserta terbaik, Bunda Sri Astutik, S.Pd, menyampaikan bahwa Baitul Arqom sangat berkesan. Ia berbagi cerita tentang pengalaman bermalam bersama teman-temannya, di mana mereka saling bercerita hingga semalaman tidak tidur. Kesan ini begitu mengena di hatinya, terutama mengingat usianya. Ia merasa sangat senang bisa bersama ibu-ibu lainnya, memperoleh banyak ilmu, dan berencana untuk merealisasikan hasil pelatihan ini di ranting masing-masing.
Sebelum penutupan, peserta telah melalui tiga materi utama, yakni Thaharatul Qulub dan senam LBSO ciptaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan, materi Profil Kader ‘Aisyiyah, dan Kepemimpinan Organisasi.
Tadarus Thaharatul Qulub menjadi salah satu materi wajib Baitul Arqom. Materi ini berisi ayat-ayat Al-Qur’an untuk membersihkan dan mensucikan hati, dipimpin oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PCA Turi sebagai imam training. Selanjutnya, peserta mengikuti senam LBSO dengan instruktur Ati Imayati, SE, selaku Ketua Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) PDA Lamongan.
Materi berikutnya, “Profil Kader ‘Aisyiyah,” diawali dengan penayangan singkat film “9 Putri Sejati” yang menceritakan sejarah berdirinya ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Isro’im Maghfiroh, ST, selaku koordinator bidang Majelis Pembinaan Kader (Korbid. MPK) PCA Turi, mengupas dinamika kepemimpinan tokoh-tokoh ‘Aisyiyah pada periodenya. Materi terakhir, “Kepemimpinan Organisasi ‘Aisyiyah,” disampaikan oleh Hj. Asrokhah, S.Pd, M.Pd, selaku Korbid. MTK PDA Lamongan.
Setelah kesepuluh materi tersampaikan dengan tuntas, 45 peserta Baitul Arqom dikembalikan oleh pengelola (MoT) kepada penyelenggara MPK PCA Turi. Ini menandakan bahwa semua peserta telah lulus dan berhasil digembleng menjadi sosok kader ‘Aisyiyah yang berkemajuan, berkomitmen mewujudkan visi dan misi organisasi, serta membawa kemaslahatan di wilayah Turi. (*)
Reporter Isro’im Maghfiroh. Editor Fathan Faris Saputro.