MuhammadiyahLamongan.com – Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong menggelar Diklat Promosi Sekolah dan Madrasah Berbasis Berita dan Konten di Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang diikuti 65 guru dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kecamatan Brondong itu bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mempromosikan sekolah melalui karya jurnalistik dan konten digital.
Ketua PCM Brondong, Mat Iskan, mengatakan bahwa lembaga pendidikan saat ini tidak cukup hanya dikenal oleh masyarakat di lingkungan sekitar. Sekolah dan madrasah perlu memperluas jangkauan informasi melalui publikasi yang menarik dan terpercaya.
Menurut dia, guru memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi sekaligus duta lembaga. Karena itu, kemampuan menulis berita dan membuat konten menjadi keterampilan yang penting untuk dimiliki.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru mampu memperkenalkan berbagai program dan prestasi sekolah kepada masyarakat luas melalui berita maupun konten digital,” ujarnya.
Salah satu materi yang diberikan dalam diklat tersebut adalah Teknik Menulis Berita Siap Terbit yang disampaikan oleh Ali Efendi. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa guru perlu terus mengembangkan kompetensi di luar tugas mengajar agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Jika tidak memiliki keahlian tambahan, seseorang akan tertinggal. Salah satu kemampuan yang bisa dikembangkan oleh guru adalah menulis,” kata Ali.
Ia juga mengajak para peserta untuk membiasakan diri menulis sebagai sarana menyebarkan informasi dan gagasan kepada masyarakat.
“Menulislah kamu sebelum kamu ditulis di batu nisan,” ujarnya, yang disambut antusias peserta.
Ali menjelaskan bahwa berita merupakan sarana untuk menyampaikan informasi yang aktual dan bermanfaat. Sumber berita dapat berasal dari berbagai aktivitas, termasuk kegiatan sekolah dan madrasah, selama didukung data yang valid, narasumber yang jelas, serta memiliki nilai informasi bagi publik.
Dalam praktiknya, ia menilai jenis berita langsung (straight news) menjadi format yang paling mudah diterapkan oleh guru karena bersifat ringkas, lugas, dan fokus pada inti peristiwa.
Menurut Ali, sebuah berita harus memenuhi unsur 5W+1H, yakni what, who, where, when, why, dan how. Selain itu, berita juga perlu memuat kutipan langsung maupun tidak langsung serta disusun berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Berita tidak boleh dilebih-lebihkan. Kebenaran dan kejelasan informasi harus menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ali juga menekankan pentingnya menjaga orisinalitas dalam menulis. Di tengah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penulis tetap dituntut menjunjung tinggi etika dan moral jurnalistik.
Menurut dia, AI dapat membantu mempercepat proses penulisan dan pengolahan data. Namun, karya yang lahir dari proses berpikir dan pengalaman penulis tetap memiliki nilai tersendiri.
“AI mempermudah kita dalam penulisan. Namun, sebagai penulis atau wartawan, orisinalitas harus tetap dijaga sebagai bagian dari etika dan moral,” katanya.
Melalui diklat tersebut, MPID PCM Brondong berharap lahir lebih banyak guru yang mampu mendokumentasikan, menulis, dan mempublikasikan berbagai kegiatan serta prestasi sekolah Muhammadiyah. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat citra lembaga pendidikan Muhammadiyah sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. (*)
Penulis : Zumrotul Ina Ulfiati | Editor : Fathan Faris Saputro