Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Saatnya Kader Muhammadiyah Berdiaspora

49 sec read

 

Muhammadiyahlamongan.com-Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, M. Khoirul Abduh mengatakan sudah saatnya kader Muhammadiyah harus berdiaspora diberbagai bidang.

“Jangan taruh telor dalam satu keranjang, kader harus ada di mana-mana,” ujarnya dalam Kajian Ramdhan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Badu di Masjid Assidiqin Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Jum’at (1/6) malam.

Menurut, Abduh perlunya Muhammadiyah bisa menata kadernya di berbagai tempat. Dengan tujuan agar dakwah Muhammadiyah bisa menjangkau umat yang lebih luas.

“Menaruh telor dalam satu keranjang jika jatuh maka akan pecah semua, kalau di keranjang banyak maka masih ada sisa,” jelas pria asal Jombang ini saat mengupas tema ijtihad politik Muhammadiyah.

Dia menambahkan, dalam konteks bernegara sikap Muhammadiyah sudah final, menerima Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, setia pada NKRI dan menjunjung tinggi kebhinekaan.

“Muhammadiyah itu mengakui Darul Ahdi wa Syahadah atau negara berdasarkan pada kesepakatan bersama,” terangnya.

Lebih lanjut, Abduh menjelaskan Muhammadiyah dalam tataran politik tetep sesuai pada konteksnya, harus patuh pada intruksi pimpinan. Namun, gaya politik Muhammadiyah selalu dinamis sesuai stely pimpinanya.

“Beda gaya kepemimpinan dalam politik antara Mas Mansur dan AR Fachrudin, Amien Rais dengan Din Syamsudin apalagi dengan Buya Syafi’i Ma’arif,” paparnya.

Sebagai fungsi kontrol Muhammadiyah sewaktu-waktu dapat memberi saran pemerintah. Namun, Abduh menyayangkan, sikap kader Muhammadiyah yang kritis terhadap pemerintah tapi hanya bermodal asumsi.

“Kader Muhammadiyah harus kritis terhadap pemerintah namun harus berdasarkan by data bukan sekedar asumsi, tapi juga harus solutif,” tandasnya. (Rus)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *