Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Sinergi Bersama Pemkab Lamongan: Bangun Generasi Emas Lewat Sosialisasi Konflik Sosial

Foto Bersama 5 Unsur; LK PDM, Bakesbangpol, SMA MUH1BA, Polres & Kejari.

MuhammadiyahLamongan.com – SMA Muhammadiyah 1 Babat (SMA MUH1BA) mendapat kunjungan istimewa dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Kabupaten Lamongan dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosialisasi konflik sosial, Selasa (5/8/2025)

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Masjid AR. Fakhruddin SMA Muhammadiyah 1 Babat dan diikuti oleh 80 peserta. Sebagian besar merupakan siswa-siswi kelas XI, dengan perwakilan dari kelas X dan XII. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang kian marak di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini mengusung tema “Peran Pelajar sebagai Agen Pencegahan Kenakalan Remaja untuk Mewujudkan Generasi Emas.”Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa.

Sambutan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat, Agus Al Chusairi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kedatangan Bakesbangpol sebagai bentuk kehormatan dan kepercayaan kepada sekolah.

“Sebuah kebanggaan bisa dikunjungi oleh Bakesbangpol. Ini menjadi momen langka yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tapi juga melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Sapari, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Lamongan. Ia menekankan bahwa kenakalan remaja adalah persoalan serius yang harus ditangani sejak dini.

“Jika tidak diatasi, maka akan berakibat buruk pada masa depan remaja. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelajar mampu menjadi pelopor lingkungan yang sehat dan menjadi agen perubahan yang tangguh,” jelasnya.

Dalam sosialisasi ini, Bakesbangpol menghadirkan dua narasumber, yaitu Aipda Yuli, Kanit Bintibsos Polres Lamongan dan Nugroho Setyo Basuki, Kasubsi I dan Intelejen Kejaksaan Negeri Lamongan.

Yuli memaparkan bentuk-bentuk kenakalan remaja seperti bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, judi online, hingga fenomena FOMO di kalangan pelajar.

“Jangan jadi orang yang FOMO, hanya ikut-ikutan trend tanpa tahu makna dan dampaknya,” tegas Yuli.

Sementara itu, Nugroho menyampaikan sisi hukum dari kenakalan remaja, termasuk pasal-pasal pidana yang dapat menjerat pelajar bila terlibat kasus-kasus tersebut. Sosialisasi berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme para peserta dalam sesi tanya jawab.

Acara ditutup dengan pernyataan dari Sapari yang mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak hukum,

“Harapan kami, jangan sampai ada nama siswa SMA Muhiba tercatat dalam SKCK karena tersandung kasus hukum, sebab hal itu dapat menyulitkan mereka dalam bergabung di aparatur negara,” ungkapnya.

Hadir dan mendampingi Aminulloh Fatkhur Roziqi, Sekretaris Lembaga Kerjasama PDM Lamongan, yang menjadi jembatan kerja sama ini sejak audiensi awal dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) .

“Semoga sinergi ini terus berjalan. PDM dan Pemkab Lamongan harus memberi manfaat lebih luas bagi warga Lamongan” ungkapnya.

Baginya, kegiatan ini bukan hanya tentang edukasi hukum, tetapi juga upaya membangun generasi yang kuat secara karakter, cerdas secara pemikiran, dan bersih dari perilaku merusak.

Dengan adanya kegiatan ini, SMA Muhammadiyah 1 Babat berharap dapat mencetak generasi pelajar yang cerdas, berakhlak, serta mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Penulis Wilda Nuril Haq, Editor Lim

5
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Kunjungi ke Singapura : Majelis Dikdasmen Lamongan Pelajari Pembelajaran Berbasis AI

Next Post

Kado Kemerdekaan PCNA Glagah, Salurkan Beasiswa Mentari

Read next
0
Share