Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Semarak Ramadan di Masjid Darussalam Jetak Paciran

MuhammadiyahLamongan.Com– Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah. Semangat itu tampak nyata di Masjid Darussalam Jetak Paciran masjid yang menjadi bagian dari amal usaha Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak. Sepanjang bulan Ramadan 1447 H, ini masjid Darussalam menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan yang semarak dan penuh keberkahan.

Setiap sore menjelang waktu Magrib, jamaah mengikuti pengajian rutin yang membahas tema-tema keislaman aktual dan aplikatif. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual sebelum berbuka puasa. Usai pengajian, jamaah bersama-sama menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan oleh takmir masjid.

Tidak kurang dari 100 porsi makanan disediakan setiap hari untuk berbuka puasa. Hidangan tersebut diperuntukkan bagi jamaah masjid dan masyarakat sekitar yang hadir. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas Ramadan.

Sebagaimana masjid pada umumnya, Masjid Darussalam juga menyelenggarakan Salat Tarawih berjamaah setiap malam. Antusiasme warga terlihat dari padatnya saf jamaah yang memakmurkan masjid hingga akhir Ramadan.

Yang menarik, Masjid Darussalam memiliki program unggulan Tahfidzul Quran bagi anak-anak yang dilaksanakan setiap selesai Salat Subuh berjamaah. Program ini bertujuan menyiapkan generasi Qurani di lingkungan sekitar masjid, sekaligus membiasakan anak-anak untuk disiplin bangun pagi dan mencintai masjid sejak dini.

Anak-anak yang istiqamah mengikuti kegiatan Subuh berjamaah dan tahfidz ini dijuluki sebagai “Pejuang Subuh”. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, takmir masjid memberikan stimulus berupa uang jajan yang dibagikan setiap satu minggu sekali. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sekaligus kebiasaan baik yang berkelanjutan.

Ketua Takmir Masjid Darussalam, H. Marzuki Salamun,SE, S.Komp., menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen terbaik untuk membangun budaya ibadah di tengah masyarakat.

“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat. Melalui pengajian, buka puasa bersama, Tarawih, dan program Tahfidz Subuh, kami berharap Masjid Darussalam semakin makmur dan melahirkan generasi Qurani yang cinta masjid,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pelayanan Buka Puasa, sekaligus Muadzin tetap Salat Subuh Bapak Anis, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi masyarakat yang begitu luar biasa.

“Alhamdulillah, setiap hari kami bisa menyediakan sekitar 100 porsi makanan berkat dukungan para donatur dan warga sekitar. Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap semangat berbagi ini terus tumbuh, tidak hanya di bulan Ramadan. “Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, baik donatur, panitia, maupun jamaah. Kami juga berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam pelayanan masjid,” tambahnya.

Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur dan partisipasi warga yang tinggi, semarak Ramadan di Masjid Darussalam Jetak Paciran menjadi bukti bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter, penguatan spiritual, dan pemberdayaan umat. Ramadan pun terasa lebih hidup, hangat, dan penuh makna di tengah kebersamaan warga.

Penulis Salnun Mahya Salsabila, Editor Ma’in

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Hakekat Puasa dalam Perspektif Kajian Sosiokultur Budaya Masyarakat Desa Paciran

Next Post

Semangat Tajdid Menguat di Brondong: Baitul Arqam MPKSDI Teguhkan Peran Strategis Kader Muhammadiyah

Read next
0
Share