MuhammadiyahLamongan.com— Suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong tampak hidup dan penuh semangat saat MPKSDI Cabang Brondong menggelar kegiatan Baitul Arqam. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan ideologi sekaligus pengembangan kapasitas kader Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Acara berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong pada Sabtu-Ahad (21-22/2/2026).
Materi utama bertajuk “Peran Kader dalam Penguatan Kapasitas Kelembagaan Cabang dan Ranting” disampaikan oleh Bapak Fathur Rahim Syuhadi, S.E., M.M., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan kembali tujuan besar Muhammadiyah, yakni menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tujuan tersebut menjadi arah perjuangan yang harus senantiasa dihidupkan dalam gerak organisasi.
Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid (pembaruan). Karena itu, kader dituntut memiliki militansi, kapasitas, serta visi yang progresif agar mampu menjaga eksistensi dan mengembangkan amal usaha di tengah tantangan zaman.
Secara sistematis dan penuh energi, pemateri memaparkan tiga komponen penting dalam membangun organisasi yang kuat dan berkemajuan, yaitu supply, demand, dan adaptasi.
Supply dimaknai sebagai kesiapan sumber daya kader yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen ideologis yang kokoh. Demand berkaitan dengan kemampuan organisasi membaca kebutuhan masyarakat serta menghadirkan solusi nyata melalui program yang relevan dan berdampak. Sementara adaptasi menjadi kunci agar Muhammadiyah mampu merespons perubahan sosial, teknologi, dan budaya tanpa kehilangan jati diri dan nilai dasar perjuangannya.
Penyampaian materi berlangsung komunikatif dan menggugah semangat peserta. Para kader yang mengikuti Baitul Arqam tampak antusias menyimak setiap penjelasan. Diskusi yang hidup dan respons aktif menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat bagi penguatan cabang dan ranting.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Muhammadiyah semakin sadar akan peran strategisnya sebagai penggerak, penguat, dan penjaga keberlangsungan organisasi. Tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara ideologis dan profesional dalam menjalankan amanah persyarikatan. Baitul Arqam ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya kader-kader yang visioner, responsif terhadap kebutuhan umat, serta mampu menghadirkan program-program inovatif di tingkat cabang dan ranting.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kokoh, Muhammadiyah di Brondong diharapkan semakin berkemajuan, solid, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Penulis: Elvira Eka Salfarina, Editor: Ma’in