Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Berlayar dengan Kebersamaan, MTs Mutif Brondong Satukan Langkah Menuju Madrasah Unggul

MuhammadiyahLamongan.com – Sebuah kapal tidak selalu membutuhkan banyak awak untuk terus berlayar. Selama arah tujuan jelas dan setiap orang bersedia mendayung bersama, gelombang bukan alasan untuk berhenti. Semangat itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) MTs Muhammadiyah 25 Brondong atau yang akrab dikenal sebagai MTs Mutif. Raker awal Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut digelar di ruang pertemuan Aola Signature, Ahad (12/7/2026).

Dihadiri sivitas akademika MTs Mutif, rapat berlangsung khidmat sekaligus hangat. Tidak sekadar membicarakan program kerja, forum itu juga menjadi ruang evaluasi, introspeksi, dan menguatkan kembali semangat kebersamaan.

Raker yang dimulai pukul 10.15 WIB diawali dengan sambutan dan pengarahan Ketua Badan Pengurus Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Brondong (BPKPMB), Heru Purnama, M.Pd.

Melalui sambungan konferensi video, Heru mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan raker sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan.

Meski tidak hadir secara langsung, pesan-pesan Heru disimak dengan antusias. Ia menekankan pentingnya menjaga budaya kekeluargaan yang selama ini tumbuh kuat di lingkungan MTs Mutif.

Menurut Heru, MTs Mutif memiliki rekam jejak positif dalam menjaga soliditas dan solidaritas antarsesama. Modal sosial tersebut harus terus dirawat agar madrasah mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

Di akhir arahannya, Heru berpesan agar seluruh keluarga besar MTs Mutif tetap istikamah menjaga suasana kekeluargaan.

Evaluasi Tanpa Kehilangan Kehangatan

Suasana raker semakin cair ketika Kepala MTs Mutif, Suaidi, M.Pd., membuka sesi evaluasi dan penyusunan program kerja.

Sesi evaluasi yang kerap dianggap sebagai pembahasan berat justru berlangsung hangat dan penuh keakraban. Suaidi membawa forum pada refleksi bersama tanpa menghilangkan suasana kekeluargaan.

Dari pembahasan tersebut, muncul kesadaran bahwa setiap individu perlu melakukan introspeksi dan mengambil peran yang lebih baik pada masa mendatang.

Suaidi meyakini, keberhasilan berbagai kegiatan MTs Mutif selama ini tidak dapat dilepaskan dari tradisi gotong royong dan budaya guyub rukun yang telah mengakar kuat.

Kebersamaan itu pula yang menjadi energi penting bagi madrasah untuk terus bergerak.

Semua Guru Mendapat Amanah

Selain evaluasi, raker juga diisi dengan sosialisasi kebijakan pimpinan untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut, Suaidi memaparkan susunan struktur terbaru MTs Mutif.

Dengan semangat optimalisasi peran, seluruh guru satuan administrasi pangkal (satminkal) dilibatkan dalam tugas struktural madrasah.

Susunan struktur tersebut meliputi Kepala Madrasah Suaidi, M.Pd.; Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Wargi Utomo, S.Pd.I.; Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Dwi Agus Wajid, S.Pd.; Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat Musfiro, M.Pd.; Bendahara Sri Sumarlin, S.Pd.; Operator Madrasah Slamet Muliyono, S.Ak.; Operator BOS Sri Daniati, S.Ag.; Kepala Tata Usaha M. Farel Mahardika; serta Staf Tata Usaha Adilla Muhammad Zamir.

Sementara itu, amanah wali kelas diberikan kepada Anita Zuluana Silvy, S.M., sebagai Wali Kelas VII-A; Amirotur Rosyidah, S.Pd., Wali Kelas VII-B; Zulianah, M.Pd., Wali Kelas VIII; Umi Izzatin, S.Pd., Wali Kelas IX-A; dan Amanda El Rahma Zabrina, S.Pd., sebagai Wali Kelas IX-B.

Sebanyak 14 tenaga satminkal di MTs Mutif seluruhnya mendapat amanah dalam struktur madrasah. Di antara tiga lembaga yang berada di Perguruan Muhammadiyah Brondong, MTs Mutif menjadi lembaga dengan jumlah tenaga satminkal paling sedikit.

Namun, keterbatasan jumlah sumber daya manusia itu tidak menyurutkan optimisme.

”Meskipun kapal MTs ini berlayar hanya dengan 14 orang, insya Allah kita tetap bisa mendapat banyak ikan,” canda Suaidi di sela-sela pemaparannya.

Tawa peserta pun pecah. Di balik kelakar tersebut, tersimpan pesan tentang kepercayaan dan kebersamaan.

Suaidi ingin menumbuhkan keyakinan kepada seluruh koleganya bahwa MTs Mutif tetap mampu bergerak maju. Jumlah yang sedikit bukan penghalang selama seluruh awak memiliki tujuan dan semangat yang sama.

Kapal Harus Tetap Berlayar

Selama sekitar empat jam, forum raker membahas beragam agenda penting. Mulai dari program unggulan, kegiatan ekstrakurikuler wajib dan pilihan, program kokurikuler, laporan dan perencanaan kas madrasah, hingga berbagai usulan inovatif untuk pengembangan MTs Mutif.

Diskusi berlangsung dinamis. Gagasan demi gagasan muncul, diperdebatkan, lalu dirumuskan sebagai bagian dari ikhtiar memajukan madrasah.

Raker pun tidak berhenti sebagai agenda rutin awal tahun ajaran. Forum itu menjelma menjadi ruang untuk berbicara tentang inovasi, progresivitas, dan masa depan MTs Mutif.

Awaknya mungkin hanya 14 orang. Namun, kapal itu telah memilih untuk terus berlayar.

Sebab, bagi MTs Mutif, luasnya lautan bukan alasan untuk takut. Selama kebersamaan tetap menjadi layar dan gotong royong menjadi tenaga, harapan untuk membawa pulang ”banyak ikan” akan selalu terbuka. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Pola Asuh Zaman Dulu Tak Lagi Cukup, Ketua PCA Sugio Ingatkan Orang Tua Hadapi Era Digital

Read next
0
Share