MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung memperkuat arah pengembangan madrasah dengan menempatkan bakat dan potensi peserta didik sebagai salah satu pijakan program pendidikan. Langkah itu mengemuka dalam rapat guru bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sumberagung, Ahad (12/7/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan Terminal Bakso, Laren, tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan arah program madrasah untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kepala MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung Fathul Munir, S.Pd.I., memimpin langsung rapat yang diikuti seluruh guru.
Sejumlah program selama Tahun Ajaran 2025/2026 dievaluasi. Pembahasan mencakup capaian program kerja, pelaksanaan kegiatan madrasah, kondisi keuangan, hingga berbagai bidang yang dinilai perlu diperbaiki dan dikembangkan.
Bagi Fathul, evaluasi tidak semestinya berhenti pada catatan kekurangan. Hasil evaluasi harus menjadi pijakan bagi madrasah untuk bertumbuh dan menghadirkan proses pendidikan yang lebih baik.
Ia menegaskan, keberhasilan madrasah tidak hanya dapat diukur melalui capaian akademik. Kemampuan guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
”Memasuki tahun ajaran baru, mari bersama-sama mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki. Hadirkan pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman belajar di madrasah,” ujar Fathul.
Menurut dia, setiap guru juga perlu memiliki kepekaan dalam mengenali potensi peserta didik. Bakat yang dimiliki anak tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang.
”Setiap guru harus mampu melihat, menggali, dan mengembangkan bakat peserta didik agar potensi mereka dapat tumbuh secara optimal di MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung,” katanya.
Guru dan Jalan Dakwah Pendidikan
Ketua PRM Sumberagung Khatibul Imam turut memberikan penguatan kepada para guru. Ia mengingatkan bahwa profesi guru memiliki dimensi dakwah yang kuat karena bersentuhan langsung dengan proses pembentukan generasi.
Menurut Khatibul, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk melahirkan generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat berkemajuan. Karena itu, tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendampingi peserta didik menemukan dan mengembangkan potensinya.
Ia kemudian mengajak para guru memahami kandungan Surah Al-Isra ayat 84. Ayat tersebut, menurut dia, memberikan gambaran bahwa setiap manusia memiliki kemampuan, karakter, dan kecenderungan yang berbeda.
Perbedaan itu bukan kelemahan. Setiap potensi dapat menjadi kekuatan apabila dikembangkan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing. Mengasah potensi diri juga menjadi bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui proses belajar dan kerja keras.
Khatibul mengaitkan pesan tersebut dengan perkembangan MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung. Menurut dia, madrasah perlu memiliki nilai tambah yang membuat keberadaannya dibutuhkan dan dipercaya masyarakat.
”Sekolah yang maju adalah sekolah yang memiliki nilai tambah. Ada sesuatu yang benar-benar dicari oleh para wali murid,” ujar Khatibul.
Ia menilai, kemampuan madrasah dalam mengenali dan mengembangkan bakat peserta didik mulai menjadi kekuatan MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung.
”Ayat ini sangat tepat dengan kondisi MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung yang kini mampu memikat hati masyarakat karena berhasil mengolah dan mengembangkan bakat murid-muridnya sehingga terus berkembang,” katanya.
Rapat tersebut meneguhkan arah pengembangan MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung menjelang Tahun Ajaran 2026/2027. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, pengembangan bakat, dan penanaman nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Melalui evaluasi dan penyusunan program, madrasah berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Dari ruang rapat itu, para guru menyatukan langkah untuk menghadirkan madrasah yang memberi ruang bagi setiap potensi peserta didik untuk tumbuh dan memberi manfaat. (*)
Penulis : Imro’atul Munawwaroh | Editor : Fathan Faris Saputro