MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Baitul Arqom Dasar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Sugio pada Sabtu–Ahad, 28 Februari–1 Maret 2026, di SD Muhammadiyah Sugio meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Kegiatan yang berlangsung semalam di bulan Ramadhan itu tidak hanya menjadi ajang penguatan ideologi, tetapi juga mempererat ukhuwah antarranting di wilayah Kecamatan Sugio.
Perwakilan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Lawanganagung, Firmansah Surya Khoir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berarti.
“Kegiatan ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Selain memperkuat pemahaman keislaman dan ideologi Muhammadiyah, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah dan semangat dakwah di kalangan pemuda. Semoga ilmu yang didapat dapat diaplikasikan di ranting masing-masing serta membawa kemajuan bagi persyarikatan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Baitul Arqom Dasar menjadi ruang belajar yang memuaskan karena banyak pengetahuan baru yang diperoleh. Selain itu, kesempatan berbaur dan berdiskusi dengan peserta dari berbagai ranting menjadi pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.
“Sebagai peserta Baitul Arqom Dasar, saya merasa sangat puas karena dapat menambah berbagai ilmu yang sebelumnya belum saya ketahui. Saya juga bisa berinteraksi dan belajar bersama teman-teman dari ranting lain. Itu menjadi pengalaman berharga untuk dikenang di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Singgang, Salman Alfarizi, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan kegiatan serupa dapat terus berkembang.
“Saya berharap kegiatan ini semakin baik ke depannya, baik dari segi konsep maupun teknis. Semoga semakin banyak ranting yang hadir sehingga terbentuk interaksi antarranting di Sugio yang saling menginspirasi,” ungkapnya.
Melalui kesan dan pesan para peserta, tampak bahwa Baitul Arqom Dasar bukan sekadar kegiatan formal kaderisasi di lingkungan Pemuda Muhammadiyah, melainkan momentum penguatan komitmen, perluasan wawasan, serta pengokohan sinergi antarranting dalam gerakan dakwah pemuda. (*)
Penulis Mohammad Nofian Subandi. Editor Fathan Faris Saputro.