MuhammadiyahLamongan.com — Sebanyak 27 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) di Kabupaten Lamongan mengikuti Pelatihan MC dan Keprotokoleran yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan. Peserta merupakan perwakilan dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga, Majelis PAUD Dasmen, serta Majelis Pembinaan Kader (MPK) PCA se-Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 dengan mengusung tema “MC Andal dan Protokol Terampil Pilar Kesuksesan ‘Aisyiyah”. Pelatihan berlangsung pada Kamis (14/5/2026) di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.
Dalam pelatihan itu, PDA Lamongan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai majelis. Materi dasar-dasar public speaking disampaikan oleh Naajihah Mafruudhoh, M.Pd. Sementara itu, materi teknik menjadi MC profesional dipaparkan oleh Dra. Nur Laila, M.Pd.
Adapun materi keprotokoleran dalam pemerintahan disampaikan oleh Dra. Dwi Budi Utami, M.Pd. dari Majelis Pembinaan Kader (MPK) PDA Lamongan. Sedangkan materi keprotokoleran dalam lingkungan ‘Aisyiyah disampaikan oleh Ati Imayati, S.E. dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PDA Lamongan.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta menyimak materi dengan serius karena kemampuan menjadi pemandu acara dinilai penting bagi kader ‘Aisyiyah yang aktif berkiprah di tengah masyarakat yang beragam.
Suasana semakin meriah ketika sesi simulasi dimulai. Dalam penugasan praktik menjadi MC dan protokol, sejumlah peserta tampak gugup hingga menertawakan kesalahan mereka sendiri saat diminta tampil secara mendadak di depan forum.
Salah satu peserta, Nur Laili Nikmah dari MPK PCA Pucuk, mengaku masih terbata-bata ketika mempraktikkan teknik menjadi MC. Ia menyebut penguasaan intonasi dan pengaturan suara menjadi tantangan tersendiri saat memandu acara.
“Pelatihan MC hari ini sangat seru dan menambah banyak wawasan baru bagi saya. Tadi saya sempat blepotan saat simulasi menjadi MC. Ternyata, intonasi suara dan cara berbicara masih banyak yang harus dipelajari agar saat memandu acara bisa lebih luwes dan nyaman didengar audiens,” ujarnya. (*)
Penulis : Listi Iklimah | Editor : Fathan Faris Saputro