Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Rapat Rutin MIM 09 Labuhan: Launching Buku Sejarah Madrasah pada Purna Siswa

MuhammadiyahLamongan.com- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 09 Labuhan yang digelar di BM Coffee Palang, Kabupaten Tuban, Kamis (14/5/2026). Di balik riuh diskusi persiapan akhir tahun ajaran 2025/2026, ada untaian kisah tentang pengabdian tanpa pamrih, air mata kerinduan, dan mimpi besar yang sedang dirajut bersama.

Rapat yang dihadiri oleh seluruh asatidz dan ustadzah ini bukan sekadar agenda rutin di atas kertas. Pertemuan ini menjadi momentum refleksi mendalam tentang ke mana arah perahu pendidikan MIM 09 Labuhan akan berlayar, sembari tetap menoleh dengan hormat pada akar sejarah yang membesarkannya.

Dalam sambutannya, Kepala MIM 09 Labuhan, Ma’in, SHI, menyampaikan sebuah kejutan yang menggetarkan hati. Acara Purna Siswa tahun ini tidak hanya akan dimeriahkan oleh pentas seni (party konsep) yang menampilkan bakat emas siswa kelas 1 hingga 6, tetapi juga akan menjadi saksi sejarah lahirnya sebuah mahakarya.

Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun berdiri, sejarah MIM 09 Labuhan berhasil digali, dirangkai, dan dibukukan. Buku sejarah yang ditulis langsung oleh sang Kepala Madrasah ini dijadwalkan rilis bertepatan dengan momen kelulusan.

“Buku sejarah ini adalah kado terindah bagi anak-anak kita yang akan wisuda. Lebih dari itu, buku ini adalah pelepas rindu bagi kita semua kepada para guru dan pejuang terdahulu. Mereka yang dengan tulus, tanpa tanda jasa, mengalirkan cahaya ilmu dan kelembutan kasih sayang kepada ribuan alumni,” ujar Ma’in dengan bergetar.

Acara peluncuran tersebut dipastikan akan menguras air mata haru, sebab madrasah secara khusus mengundang para tokoh pejuang masa lalu—mereka yang menanam benih pendidikan di madrasah ini saat fasilitas masih serba keterbatasan.

Niat mulia untuk memuliakan masa lalu tidak berhenti di situ. Menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027, MIM 09 Labuhan berencana menggelar Reuni Akbar.

Panggung besar akan didirikan untuk mempertemukan kembali para alumni lintas generasi—mulai dari era saat bernama Madrasah Islamiyah, MI GUPPI hingga bertransformasi menjadi MIM 09 Labuhan seperti sekarang. Para guru-guru sepuh di masa lampau akan dihadirkan untuk kembali memeluk “anak-anak spiritual” mereka yang kini mungkin telah sukses di berbagai bidang.

Agenda ini diharapkan mampu memanggil pulang memori indah masa sekolah, sekaligus mengetuk pintu hati para alumni untuk ikut bertanggung jawab membesarkan madrasah yang telah membentuk karakter mereka.

Guna menyambut gerbang baru tersebut, dalam rapat ini pula langsung dilakukan pembagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang baru bagi para guru. Kepala Madrasah berharap para guru yang mendapatkan tugas dapat melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya.

Rapat sore itu ditutup dengan tekad yang bulat. Di mata para guru MIM 09 Labuhan yang hadir, tugas mendidik bukan lagi sekadar profesi, melainkan sebuah ibadah panjang. Dari BM Coffee Tuban, sebuah babak baru yang mengharukan sekaligus membanggakan bagi MIM 09 Labuhan.

Penulis: Marmulik, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Guru sebagai Dirigen Kebangkitan: Modernisasi Peran Pendidik di Era Transisi

Read next
0
Share