Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Cahaya Ilmu di Tengah Gelombang Era 5.0

Oleh: Dr. Maftuhah, M.Pd.

MuhammadiyahLamongan.com – Perkembangan teknologi membawa manusia memasuki babak baru yang dikenal sebagai Era Society 5.0. Pada fase ini, kehidupan tidak lagi berjalan secara konvensional, melainkan bergerak dalam ritme yang cepat, digital, dan saling terhubung. Kehadiran artificial intelligence, big data, robotika, hingga internet of things perlahan mengubah cara manusia bekerja, belajar, bahkan membangun relasi sosial. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat itu, ilmu pengetahuan menjadi penuntun agar manusia tidak kehilangan arah.

Dalam konteks tersebut, menuntut ilmu tidak lagi sekadar kebutuhan akademik, melainkan kebutuhan hidup. Perubahan zaman menuntut manusia memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mereka yang berhenti belajar akan tertinggal oleh perubahan yang terus bergerak. Karena itu, ilmu menjadi modal utama agar manusia mampu bertahan sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ilmu pengetahuan juga berperan sebagai filter di tengah derasnya arus informasi digital. Media sosial memungkinkan informasi menyebar hanya dalam hitungan detik, termasuk berita palsu, ujaran kebencian, dan manipulasi opini. Dalam situasi semacam ini, orang yang memiliki pengetahuan akan lebih mampu melakukan tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai suatu informasi. Sebaliknya, minimnya literasi membuat seseorang mudah terseret arus disinformasi tanpa sikap kritis.

Perubahan teknologi juga memengaruhi dunia kerja secara signifikan. Banyak jenis pekerjaan mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi dan mesin cerdas. Namun, di sisi lain, muncul profesi-profesi baru yang membutuhkan keterampilan lebih kompleks dan berbasis teknologi. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat, tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga lewat pelatihan, pengalaman, diskusi, dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

Era Society 5.0 sejatinya menempatkan manusia sebagai pusat peradaban. Teknologi dikembangkan untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih efektif dan berkualitas. Namun, kemajuan teknologi tanpa disertai ilmu dan moral justru dapat melahirkan ancaman baru bagi kemanusiaan. Artificial intelligence, misalnya, dapat mempermudah berbagai pekerjaan, tetapi juga berpotensi disalahgunakan apabila tidak diiringi tanggung jawab etis.

Karena itu, ilmu pengetahuan tidak cukup hanya melahirkan kecerdasan intelektual. Ilmu juga harus berjalan bersama akhlak, empati, dan kebijaksanaan. Peradaban modern membutuhkan manusia yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan kepedulian sosial. Tanpa nilai kemanusiaan, teknologi justru dapat memperlebar krisis sosial, ketimpangan, hingga hilangnya empati antarindividu.

Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca melalui kata “Iqra’”. Pesan tersebut menegaskan bahwa Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban. Ilmu bukan semata alat meraih pekerjaan atau kekayaan, melainkan sarana menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia.

Tantangan generasi muda saat ini bukan hanya persoalan rendahnya pengetahuan, tetapi juga krisis karakter. Tidak sedikit orang yang cerdas secara akademik, tetapi kehilangan adab, empati, dan tanggung jawab sosial. Fenomena itu menunjukkan bahwa pendidikan pada era modern harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial secara bersamaan. Sebab ilmu tanpa karakter hanya akan melahirkan manusia yang pintar, tetapi kehilangan kebijaksanaan.

Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan bangsa selalu bertumpu pada kekuatan ilmu pengetahuan. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan mampu berkembang pesat karena menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan. Dari ilmu lahir para ilmuwan, guru, dokter, ulama, hingga pemimpin yang membawa perubahan besar bagi masyarakat. Tidak ada kemajuan tanpa tradisi belajar yang kuat.

Di Indonesia, semangat menuntut ilmu perlu terus diperkuat di tengah derasnya budaya digital. Kemajuan teknologi jangan sampai membuat generasi muda kehilangan minat membaca dan lebih tenggelam dalam hiburan semata. Media sosial, internet, dan AI semestinya dimanfaatkan sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri. Teknologi akan menjadi bermanfaat apabila digunakan untuk membangun pengetahuan, bukan sekadar konsumsi hiburan.

Selain memperluas wawasan, ilmu juga mengajarkan kerendahan hati. Semakin banyak seseorang belajar, semakin ia memahami luasnya pengetahuan yang belum diketahui. Kesadaran itu membuat orang berilmu tidak mudah sombong atau merasa paling benar. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan sering kali melahirkan fanatisme sempit dan sikap merasa paling unggul.

Era Society 5.0 pada akhirnya menjadi ujian besar bagi manusia. Teknologi dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih bijaksana, tetapi juga dapat menyeret manusia pada krisis moral apabila tidak disertai ilmu dan nilai kemanusiaan. Karena itu, generasi muda perlu menjaga semangat belajar dalam kondisi apa pun. Perubahan zaman tidak perlu ditakuti selama manusia memiliki ilmu sebagai kompas kehidupan.

Menuntut ilmu bukan hanya tentang mengejar gelar akademik. Lebih dari itu, ilmu merupakan fondasi untuk membangun peradaban yang berkeadaban dan humanis. Dengan ilmu, manusia mampu melahirkan inovasi, menyelesaikan persoalan sosial, menjaga nilai kemanusiaan, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah gemerlap perkembangan teknologi Era Society 5.0, ilmu pengetahuan tetap menjadi cahaya yang menerangi arah perjalanan manusia.

Sebab teknologi boleh berkembang melampaui imajinasi, dunia boleh berubah dengan sangat cepat, tetapi pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia tidak akan pernah tergantikan. (*)

Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Wahyu Rofi dan Dua Medali Emas dari Latihan Mandiri di Muhammadiyah Games 2026

Next Post

Pengajian PRM Padenganploso Bahas Keutamaan Zulhijah, Jamaah Diajak Perbanyak Amal Saleh

Read next
0
Share