MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Padenganploso kembali menggelar pengajian rutin pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Madasim, RT 10, itu diikuti jamaah Muhammadiyah dan masyarakat sekitar dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Dalam pengajian tersebut, Ustadz Sanusi, S.Pd., hadir sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan kajian mengenai keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijah yang disebut sebagai hari-hari paling dicintai Allah SWT.
Menurut Sanusi, amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, kata dia, keutamaannya melebihi jihad fi sabilillah, kecuali jihad dengan harta dan jiwa yang tidak kembali lagi.
Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Selain itu, Sanusi menjelaskan keutamaan puasa Arafah yang diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Dalam kajiannya, Sanusi turut menyinggung tentang ibadah haji dan kurban. Ia menyampaikan bahwa haji mabrur tidak memiliki balasan selain surga. Adapun ibadah kurban, menurutnya, hendaknya dilaksanakan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
“Menyembelih hewan kurban pada hari nahar, khususnya 10 Zulhijah, termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, Allah SWT hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa. Terkait hukum kurban, Sanusi menjelaskan bahwa mayoritas ulama, seperti Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Hambali, menetapkan hukum kurban sebagai sunah muakad. Sementara itu, Imam Hanafi berpendapat bahwa kurban wajib bagi umat Islam yang mampu.
Selain membahas amalan Zulhijah, Sanusi juga mengutip Surat At-Taghabun ayat 16 yang mengajarkan umat Islam agar bertakwa kepada Allah SWT sesuai kemampuan masing-masing.
Pengajian rutin PRM Padenganploso diketahui telah berlangsung sejak 1976 dan terus istiqamah dilaksanakan hingga kini. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. (*)
Penulis : Ayik Fena Emilda | Editor : Fathan Faris Saputro