MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Sugio kembali menggelar pertemuan rutin dengan mengusung tema yang dekat dengan persoalan masyarakat. Kali ini, kegiatan bertajuk “Merdeka Sampah: Rayakan Iduladha Tanpa Sampah” diselenggarakan di Masjid Baitul Mu’minin Muhammadiyah Ranting Guyangan, Ahad (24/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sekaligus Wakil Ketua I Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Lamongan, Isni Lailatul Maghfiroh, sebagai pemateri. Sejak awal acara, peserta diajak menerapkan gaya hidup minim sampah dengan membawa botol minum dan wadah makanan sendiri dari rumah. Langkah sederhana itu menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
Dalam pemaparannya, Isni menegaskan bahwa Iduladha tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga kesempatan menjaga amanah bumi yang dititipkan Allah SWT kepada manusia. Menurut dia, semangat berkurban perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan agar ibadah yang dijalankan membawa keberkahan bagi sesama.
“Lingkungan yang bersih membuat ibadah lebih nyaman dan sehat. Jangan sampai ibadah membawa manfaat bagi manusia, tetapi meninggalkan mudarat bagi lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap perayaan Iduladha volume sampah cenderung meningkat drastis. Penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban masih menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Selain itu, limbah kurban seperti darah, jeroan, dan sisa makanan kerap belum dikelola secara optimal sehingga menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga berpotensi memicu penyakit.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik, serta mengelola limbah kurban secara tepat. Materi yang disampaikan juga menegaskan bahwa Islam menjunjung tinggi nilai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam sesi diskusi, peserta tampak antusias membahas berbagai solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Mulai dari penggunaan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai budaya minim sampah.
Gerakan Eco-Qurban yang diperkenalkan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan saat perayaan Iduladha. Peran perempuan muda Nasyiatul ‘Aisyiyah dinilai strategis dalam menanamkan kebiasaan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui semangat “Merdeka Sampah”, PCNA Sugio berharap budaya peduli lingkungan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Iduladha tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. (*)
Penulis : Novita Dwi Nur Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro